Pendekatan Humanis ala Rutan Bandar Lampung: Redam Potensi Gangguan Kamtib Lewat Anjangsana

Pendekatan Humanis ala Rutan Bandar Lampung: Redam Potensi Gangguan Kamtib Lewat Anjangsana

wartapalapa
Senin, 25 Mei 2026

  


Warta-palapa.com, Lampung Selatan 

Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan serta memastikan pemenuhan hak-hak warga binaan berjalan optimal, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Santosa, menggelar kegiatan anjangsana langsung ke blok hunian warga binaan pada Senin (25/5/2026).


Kegiatan yang berlangsung humanis namun tetap tegas ini difokuskan pada pengarahan kembali terkait program integrasi dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).


Dalam pengarahannya, Karutan Tri Wahyu Santosa tidak sendirian. Beliau didampingi oleh jajaran pejabat struktural inti, di antaranya Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Brivsan Kartadilaga, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Ari Julio, serta Kepala Sub Seksi Administrasi dan Perawatan Novo Firnando. Sejumlah staf dan anggota jaga juga turut mengawal jalannya kegiatan guna memastikan situasi tetap kondusif.


Di hadapan para warga binaan, Tri Wahyu Santosa menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dan mematuhi segala regulasi yang berlaku di dalam Rutan. Beliau mengingatkan bahwa kondusifitas lingkungan adalah kunci utama agar seluruh program pembinaan dan pelayanan dapat berjalan lancar.

 


"Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama. Saya meminta seluruh warga binaan untuk saling menjaga kedamaian, menjauhi segala bentuk pelanggaran, dan aktif melaporkan jika ada potensi gangguan kamtib," tegas Tri Wahyu.


Selain isu keamanan, sosialisasi mengenai hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) juga menjadi poin utama yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Ari Julio. Pihak Rutan menegaskan kembali bahwa seluruh layanan integrasi diberikan secara transparan dan gratis, dengan syarat para warga binaan wajib menunjukkan perilaku baik dan memenuhi syarat administratif maupun substantif.


Kegiatan anjangsana yang berlangsung interaktif ini dilakukan dengan dialog dua arah, di mana warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan kendala yang mereka hadapi secara langsung kepada jajaran manajemen Rutan. Langkah jemput bola ini diharapkan dapat mempererat komunikasi, meminimalisir potensi gesekan, dan menjaga Rutan Kelas I Bandar Lampung tetap dalam keadaan aman, tertib, dan bernuansa pembinaan yang positif. (Marli)