Usulkan Konvensi Pilpres, Satu Jari Indonesia Bertemu Fraksi PKS DPR RI

Header Menu

Usulkan Konvensi Pilpres, Satu Jari Indonesia Bertemu Fraksi PKS DPR RI

Selasa, 11 Januari 2022

  


Warta-palapa.com, Jakarta

Demi mendapatkan pemimpin pemerintahan yang kuat dan berkualitas berasaskan keadilan, pemilu berkualitas dan pemilih cerdas Satu Jari Indonesia mengusulkan agar konvensi menjadi bagian dari tahapan penyelenggaraan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.


“Satu Jari Indonesia mengusulkan agar dilakukan konvensi bakal calon presiden [Capres] dan bakal calon wakil presiden [Cawapres] terlebih dahulu, setidaknya 15 hari sebelum batas akhir pendaftaran pasangan calon,” kata Derwanto, Ketua Badan Koordinasi dan Kerjasama Antar Lembaga Satu Jari Indonesia. 


Konvensi yang diusulkan harus melibatkan sebagian masyarakat dan menjadi agenda resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai bagian tahapan penyelenggaraan pemilihan Presiden/Wakil Presiden.


Konvensi tersebut dapat dilakukan melalui Platform Digital seperti Kampanye Virtual, E-Voting, Zoom Meeting yang bisa dilakukan secara cepat dan efisien.

 


Selain itu, Satu Jari Indonesia, yang telah memiliki jaringan politik di seluruh Provinsi di Tanah Air, pada Selasa (11/01/2022) juga menyampaikan melalui anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, mengharapkan PKS menginisiasi Penyelenggaraan Konvensi Rakyat Untuk Calon Presiden dengan melibatkan masyarakat di luar struktur PKS. 


Jika Konvensi Rakyat yang diperluas ini dilakukan oleh PKS, akan sangat menopang sistem promosi Kekaderan PKS.


Terhadap Usulan Konvensi Rakyat dengan Platform Digital tersebut, Teddy Setiadi, anggota DPR RI yang mewakili Fraksi PKS dalam audiensi itu, sangat mengapresiasi dan setuju dengan usulan Satu Jari Indonesia, dan akan disampaikan pada Presiden dan Ketua BAPILU PKS Jika rekrutmen Calon Presiden hanya bertumpu pada 20% Presidential Thrasehold, hanya ada dua kekuatan besar yang hampir sama, dipastikan akan terjadi pembelahan di masyarakat yang dampaknya kurang baik. 


Dalam pilpres 2019, pembelahan itu masih terasa sampai sekarang, seharusnya dalam pesta demokrasi tidak perlu terjadi pembelahan. “Kalau ada konvensi seperti yang diusulkan Satu Jari Indonesia, pembelahan itu tidak akan terjadi lagi,” kata Teddy. (Rls/Marli)