Rakor Bunda Literasi Lampung, Rektor UMITRA Presentasi Literasi Untuk Kesejahteraan Warga Lampung

Header Menu

Rakor Bunda Literasi Lampung, Rektor UMITRA Presentasi Literasi Untuk Kesejahteraan Warga Lampung

Kamis, 10 Februari 2022

  


Warta-palapa.com, Bandarlampung

Pembina Teknis Literasi Lampung sekaligus Rektor Universitas Mitra Indonesia (UMITRA), Dr. Hj. Armalia Reny WA, S.P., MM., menyebutkan, Literasi lebih dari sekedar mampu membaca dan menulis, namun juga kemampuan individu  berbicara, menghitung dan memecahkan masalah dalam tingkat keahlian tertentu yang berdampak peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat. 


Hal ini disampaikan Dr. Hj. Armalia Reny WA, S.P., MM., dalam Rapat Koordinasi Bunda Literasi se-provinsi Lampung bersama Tim Literasi Provinsi Lampung, di Hotel Emersia, Kamis (10/02/2022), yang dihadiri Bunda Literasi Prov Lampung, Riana Sari, SH dan Bunda Literasi seluruh Kabupaten/Kota.


Rektor UMITRA ini membuka fakta, data dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, 2019, menyebutkan bahwa indeks kegiatan literasi di Lampung sebesar 30,59 berada di peringkat 30, ke lima terendah se-Indonesia, di bawahnya terdapat Provinsi Palu, Papua Barat, Kalimantan Barat dan NTT. 


"Untuk meningkatkan indeks literasi provinsi harus mengetahui kondisi literasi di semua kabupaten/Kota, tidak semua kabupaten sama dalam penguatan enam dimensi literasi dasar, jadi mesti ada prioritas program",ulasnya. 


Untuk itu Bunda Literasi kabupaten/kota perlu penguatan dengan membentuk Tim Literasi kabupaten/kota untuk membuat Program yang diperlukan pada masing-masing daerah.

 


"6 dimensi literasi dasar, yaitu baca tulis, numerasi, sains, finansial, budaya dan kewargaan, dan literasi digital. Oleh karenanya ada prioritas program literasi di masing-masing kabupaten/kota yang tentu tidak sama derajat kemampuan literasi masyarakat",lanjutnya. 


Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, SH, dalam sambutannya meminta Duta Baca diharapkan dapat menjadi role model dalam mengkampanyekan pentingnya kebiasaan membaca.


"Rapat ini digelar untuk mensinkronkan sekaligus mensinergikan program Literasi provinsi dengan program Literasi kabupaten/kota se-provinsi Lampung yang tentu harapannya dengan bersinergi dengan program yang di linearkan dapat meningkatkan indeks literasi provinsi dan dapat menjadikan provinsi Lampung menjadi provinsi Literasi," katanya.


Ditegaskan Riana Sari, bahwa Duta Baca diharapkan dapat menjadi role model dalam mengkampanyekan pentingnya kebiasaan membaca dan literasi sebagai bagian elemen pembentuk sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.


Rapat Koordinasi ini juga menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Ratna Dewi serta Bunda Literasi Lampung Barat Partinia Parosil.(rls/Marli)