Ini Harapan Pedagang Pasar Smep dan Pasir Gintung Kepada Walikota

Header Menu

Ini Harapan Pedagang Pasar Smep dan Pasir Gintung Kepada Walikota

Rabu, 16 Maret 2022

  


Warta-palapa.com, Bandarlampung

Pasca direlokasi nya para Pedagang ke gedung baru Pasar Smep Tanjungkarang Pusat Kota Bandarlampung sejak Tanggal 21 Oktober 2021 pertanda bahwa Pasar Smep akan beroperasi, banyaknya problematika yang muncul mulai dari sewa sampai dengan sepinya pembeli, namun yang sangat terasa dihadapi para Pedagang adalah sepinya pembeli hal ini bukan tanpa sebab dikarenakan belum adanya ketegasan Pemerintah Kota Bandarlampung yaitu Walikota Bandarlampung khususnya Dinas terkait PD Pasar dan Koperindag yang bertanggung jawab atas penataan dan pengelola Pasar yang berkeadilan.  


Menurut Kepala Dinas Perdagangan Bandarlampung Wilson Faisol pihaknya masih mempelajari hal tersebut. Bahkan Pemerintah terus berupaya dan mensosialisasikan ke Masyarakat bahwa Pasar SMEP (18-02-2022), menurut Kami pernyataan ini di luar substansi atau diluar pokok persoalan yaitu sepinya Pembeli yang dihadapi Pedagang Smep. 


"Dari tahun ketahun bahkan sampai bergantinya Walikota sebelumnya pun sama persoalan kesemrawutan terus terjadi, padahal Pasar Smep dan Pasar Pasir Gintung berada di jantung Ibukota. Ini bukan jadi rahasia umum semua mata melihat bagaimana carut marutnya kedua Pasar ini yang merupakan wajah Kota Bandarlampung sebagai Ibukota Provinsi Lampung, dapat bersama-sama kita lihat  pemandangan di seputaran Pasar Smep dan Pasir Gintung masih sangat semrawut Upaya penertiban pedagang kaki lima (PKL) di luar gedung Pasar Smep dan Pasir Gintung sampai detik ini selalu masih dipelajari  ini berarti belum ada pembahasan serius oleh  Pemerintah Kota Bandarlampung,"ujar Badri. 


Kami ingin Komitmen dan Keseriusan Ibu Walikota untuk segera melakukan Penataan dan Pengelolaan terhadap keberadaan PKL yang masih berjualan di sepanjang bahu Jalan Imam Bonjol (mulai Gedung dari eks penjara sampai pintu masuk Pasar Smep dan PKL yang mendirikan hamparan dan Auning sepanjang pintu masuk menuju Jalan Pisang sampai gedung Pasar Pasir Gintung yang peruntukannya sebagai lahan parkir kendaraan, hal ini juga menjadi harapan dari pemilik Toko sepanjang Jalan Pisang yang menginginkan PKL masuk kedalam Pasar Pasir Gintung karena keberadaan PKL menutupi semua pertokoan.  


Untuk diketahui kapasitas gedung pasar Smep mampu menampung 460 hamparan sementara pasar gintung mampu menampung 331 hamparan. 


Hasil rapat pedagang Smel yang di inisiasi oleh penasehat Kerukunan Pedagang Pasar SMEP/KPPS yang juga Wakil Ketua DPW Prima Lampung. Pedagang dalam Pasar bersikukuh meminta Walikota melakukan penertiban terhadap PKL di luar Pasar . Tak hanya karena menghambat pendapatan pedagang dalam Pasar, keberadaan para PKL di luar juga dinilai menambah semrawut dan macet Pasar, Rabu (16-02-2022) 


Harapan Ibu Walikota Bandarlampung Bunda Eva, yang menginginkan pasar SMEP sebagai Pasar percontohan. Sehingga bisa meraih penghargaan Pasar percontohan dalam acara Apeksi 2022. Menurut kami jauh panggang dari api fakta di Lapangan kedua Pasar Pasir Gintung dan Smep yang sangat legendaris ini masih jauh dari harapan para Pedagang dan juga Masyarakat Kota Bandarlampung karena penataan dan pengelolaannya belum mengedepankan rasa keadilan diantara Pedagang belum membuat rasa nyaman dari Pembeli. 


Jadi Sudah sangat sewajarnya Ibu Walikota harus peduli atas persoalan Pedagang agar Pasar Tradisional tetap memegang peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian di Kota Bandarlampung khusunya Pedagang, Masyarakat menengah ke bawah. Bahwa Untuk menjaga eksistensi Pasar Tradisional tersebut, Pemerintah wajib melakukan penataan dan pengelolaan yang baik terhadap Pasar Tradisional agar dapat bersaing dengan Pasar modern, Pungkas Badri. (*)