Hari Pancasila Sebagai Momentum Perubahan Bagi Pemkot Bandarlampung

Header Menu

Hari Pancasila Sebagai Momentum Perubahan Bagi Pemkot Bandarlampung

Selasa, 31 Mei 2022

   


Warta-palapa.com, Bandarlampung

Momentum hari Lahir Pancasila, merupakan momentum untuk evaluasi bagi Pemerintah Kota Bandarlampung untuk lebih baik lagi dalam memberikan kesejahteraan bagi Rakyatnya.


Ketika ditemui di ruangan, kantor Forum Lintas Lembaga Peduli Pembangunan Lampung, Selasa 31 Mei 2022,Taufik Hidayatullah, mengatakan pemerintah lahir dari kehendak Rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan bagi Masyarakat luas. Jadi semestinya pemerintah harus berupaya bagaimana keinginan Rakyat bisa terwujud


Saya menyoroti masalah dikota Bandarlampung,contohnya. Banyak masalah yang terjadi, namun Walikota seperti kehilangan orientasi dalam memimpin kota ini. Persoalan-persoalan muncul kepermukaan, apa penyebabnya, karena Walikota kurang fokus terhadap peningkatan ekonomi rakyat pasca pandemi, Imbuh Taufik.


Walikota dituntut harus cakap dan sigap dalam menangani persoalan-persoalan rakyat. Hutang Kota Bandarlampung sudah sangat luar biasa, merusak sendi-sendi perekonomian Kota Bandarlampung, penyebabnya apa, saya menduga pada saat perencanaan belanja daerah tidak rasional dengan keuangan yang dimiliki, ini yang menyebabkan hutang menumpuk.


“Bahkan saya menduga pembangunan dikota ini tanpa perencanaan,semestinya DPRD Kota Bandarlampung memberikan masukan dan evaluasi, pertanyaannya DPRD berani tidak, apa ikut mandul ?…..”


Bandarlampung ini sudah sangat Urgent, banyak tenaga Honorer, RT bahkan guru sebagai penentu nasib generasi bangsa yang berstatus honorerpun tak luput dari kelalaian walikota dalam memberikan kesejahteraan pada mereka. Coba walikota mengevaluasi lagi, jangan paranoid dengan kritik-kritik apalagi sampai kebakaran jenggot.


Nasib warga Bandar Lampung berada ditangan walikota, bagaimana beliau memutuskan dan membuat dobrakan dan solusi-solusi. Tapi jujur 2 tahun ini belum ada langkah kongkrit baik perbaikan ekonomi dan pembangunan yang arahnya kemajuan kota Bandar Lampung, Ujar Taufik.


Senada dengan Taufik, Noperwan AB pun menilai walikota saat ini kurang tanggap, atas persoalan-persoalan yang terjadi di kota ini. Semestinya ibu wali membenahi dulu persoalan-persoalan tersebut baru citra walikota akan menjadi ingatan bagi masyarakat.


Masyarakat sekarang ini butuh solusi, bukan pencitraan apalagi seremonial yang hanya menghamburkan uang rakyat saja. Sudah lagi Bunda Eva, bunda tidak mengadakan kegiatan seremonial saja sudah terkenal jadi tidak perlu lagi kegiatan-kegiatan kurang manfaat.


Mobil ambulan partai disekitar tugu gajah itu,kalau bisa dipindahkan terus terang menggangu mata. Terus jangan kolusi dan nepotisme bunda, orang-orang terdekat jadi pejabat, masih banyak orang hebat dan pinter yang bisa bunda gunakan tenaga dan pikirannya untuk membantu bunda dalam menata kota. Ujar Noperwan.


Saya terbiasa bicara lugas, ujar Noper, bahkan sering orang salah paham dan tersinggung. Tapi niat saya baik, tenang saja…keras itu diperlukan supaya didengar. Bahkan saya siap menjadi Oposisi kritis, jika masukan saya ini tidak diindahkan. Saya ini dari kecil dan besar dikota ini, jadi wajar saya ingin kota ini maju dan jadi percontohan.


Malu saya, jika kota saya ini Gak maju. Berarti saya gagal sebagai seorang aktivis dan pembina diberbagai lembaga Masyarakat, karena tidak mampu memberikan masukan yang konstruktif dan inovatif kepada pemerintah kota. Jadi bunda jangan alergi dengan kritik-kritik kawan-kawan ini. Kalau Gak mau dikritik, mundur aja bunda dari Walikota dari pada dosa bunda makin banyak kerakyat. Pungkas Noper.


Masukan kami buat Bunda Eva. Kurangi beban belanja perangkat daerah, kalau tidak sanggup bayar. Tenaga ahli yang tidak berbobot atau linmas yang terlalu banyak berhentikan jangan takut. Pikirin nasib guru, petugas kebersihan dan kesejahteraan rakyat. Yakin saja, rakyat itu cinta pemimpin yang bisa kasih solusi dibandingkan pencitraan saja. Tutup Noperwan. (Macho)