Sempat Buron, Pelaku Penembakan Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Header Menu

Sempat Buron, Pelaku Penembakan Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

wartapalapa
Kamis, 28 Desember 2023

  


Warta-palapa.com, Tanjung Pinang

Pelaku penembakan di pancer Desa S ukorahayu Kecamatan Labuhan maringgai Kabupaten Lampung Timur menyerahkan diri ke Polresta Tanjungpinang Kepulauan Riau.


AS (23) warga desa Margasari, Labuhan Maringgai menyerahkan diri diantar oleh kerabatnya ke mapolresta Tanjungpinang.


Hal itu dibenarkan oleh orang tua AM, saat dikonfirmasi wartawan.


Menurut Baso Asse orangtua AM, pihak keluarga telah mengambil keputusan dan meminta agar AM menyerahkan diri


“Atas rembuk keluarga dan arahan dari Kepala Desa margasari maka kami meminta agar anak kami menyerahkan diri” ujar Baso Asse.


Dikatakan oleh Baso Asse, AM diantar oleh kerabatnya yang ada di Tanjung Pinang pada Rabu 28 /12/23 ke Mapolresta Tanjungpinang.


“Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak Kepolisian” ungkapnya.


Baso, Asse mengaku tidak mengetahui permasalah yang terjadi antara anaknya dan korban sehingga terjadi penembakan.


” Untuk permasalahan kami kurang tau, tapi biarlah aparat yang akan mengusutnya. Kami sudah pasrah dan menyerahkan sepenuhnya ke pada pihak kepolisian” tutupnya.

 


Diberitakan, Seorang warga Lampung Timur menjadi korban penembakan orang tidak dikenal (OTK). Peristiwa penembakan itu terjadi di Desa Sukorahayu Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur, Sabtu (16/12/2023) pukul 02.00 Wib.


Kepala Desa margasari Wahyu Jaya membenarkan peristiwa tersebut,, ” iya betul korban meninggal dilokasi ” kata Wahyu Jaya kepada wartawan.


Kades Wahyu menyatakan korban adalah Feri Alamsyah (29) warga Desa Margasari dusun 4 RT 14 RW 7.


Menurut Wahyu peristiwa itu bermula pada saat korban sedang duduk di tepian pancer bersama beberapa rekannya.


Saat korban sedang duduk tiba-tiba datang seseorang menggunakan sepeda motor Beat dan mengeluarkan senjata api lalu menembak tepat di kepala Korban langsung tersungkur dan terjatuh di bebatuan.


Rekan-rekan korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke aparat desa setempat dan dilanjutkan ke aparat kepolisian. (*)