Wartawan Lintas Media. News Dipukul Preman Saat Hendak Melaksanakan Tugas Jurnalis

Header Menu

Wartawan Lintas Media. News Dipukul Preman Saat Hendak Melaksanakan Tugas Jurnalis

wartapalapa
Kamis, 07 Desember 2023

  


Warta-palapa.com, Pesawaran

Pemukulan terhadap Wartawan sering kali terjadi, salah satunya yang terjadi pada saudara Antoni Wartawan Lintas Media.News yang dipukul oleh saudara Usuf salah seorang preman warga Desa Maja Tajur saat Antoni berada dikediamannya, sehingga membuat Pimpred Lintas Media. News Rudy Hardianto. SE angkat bicara " Sudah keterlaluan dan mengecam atas tindakan yang dilakukan oleh Usuf ", kejadian terjadi pada Sabtu Tanggal 02/12/23 pkl. 9.00 Pagi, kamis 07/12/2023.


Peristiwa pemukulan Antoni Wartawan Lintas Media News ini tersebar di seluruh medi, bermula Antoni/Itok akan menuju ke rumah orang tuanya sebelum sampai dirumah orang tuanya Antoni terlebih dahulu mampir kerumah temannya yang bernama Afandi untuk mengajak bermain,


Kemudian datanglah Usup preman kampung yang tinggal di Desa Maja Tajur, dengan  mengendarai motor sambil  menggeber geber gas motornya  tidak jelas maksudnya apa.


Tiba tiba saja Usup turun dari motor sambil marah marah dan berkata apa maksud kamu dengan mata melotot, muka masem ngak ada senyum senyumnya apa kamu ngak suka, sementara  Antoni tidak tau permasalahannya apa, Antoni jadi terkesimak dengan marahnya Usuf ini yang tidak jelas.


Ahirnya Antoni ganti bertanya saya punya salah apa, apa maksud kamu koq marah marah begitul " Tanya Antoni ", tiba tiba saja tangan Usup langsung mencengkram leher baju Antoni, Usuf   mencekik dan  memukul  Antoni nmun tangan itu ditepis oleh antoni  dari situ  Usup semakin emosi dan tidak terima kemudian melabrak Antoni/itok dikekediamannya, " Terang Antoni "


Antoni pulang kerumah untuk berniat  ganti baju, jadi pintu rumah depannya dalam keadaan terbuka dan tidak terkunci sebab Antoni belum meninggalkan rumah tiba tiba saja Usuf masuk rumah tanpa memberi salam terlebih dahulu, setelah sampai Kamar Antoni baru dia ucapkan salam.


kemudian Antoni bergegas keluar kamarnya untuk menemui Usuf , Usuf  langsung memegang  tangan Antoni, dan mencekik leher Antoni dengan tangan kirinya, Antoni berontak sambil menepis tangan Usuf dan Antoni sambil meraba2 mencari sesuatu yang ada disekitarnya untuk membela diri didapatilah sebuah pisau, pisau belum digunakan  masih dipegang Antoni. 


Namun Usuf lebih dulu memukul muka Antoni hingga mengena di jidat sehingga Antoni tersungkur dan jatuh, Usuf langsung mengkangkangi tubuh Antoni dan tangan kanan Antoni diinjak oleh Usuf  yang ada pisaunya.


Muka dan dada Antoni dihujani pukulan oleh Usuf  dengan melampiaskan emosi yang tinggi karna kekesalannya., tidak berselang beberapa lama datanglah oki tetangga Antoni bersama dua pemuda untuk  melerai pertengkaran tersebut, Usup meninggalkan Antoni sambil ngoceh tidak jelas " Cerita Antoni"


Setelah kejadian itu Antoni telpon teman yang dulu sama sama di LSM Lembaga Peduli Hukum yaitu Roha dan Sela ahirnya mereka datang kerumah Antoni di Desa Maja  pasar, Melihat kondisi Antoni yang cukup parah akhirnya Antoni dibawa ke Polsek Padang Cermai untuk melaporkan peristiwa pemukulan dirinya , setelah melapor baru kemudian di bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan dan pertolongan. 


Pimpred Lintas Media. News mengetahui peristiwa pemukulan anak buahnya dari laporan wartawan lain dan mendapat kiriman  berita disalah satu media online faktual, saya ucapkan Terima banyak kepada para Mitra media yang telah perduli terhadap sesama wartawan dilapangan saling bantu dan supportnya " Ucap Rudy "


Untuk kepada peneggak hukum kiranya dapat bergerak cepat untuk menangkap pelaku pemukulan wartawannya dan ditindak tegas yang telah main hakim sendiri.  kalo ini dibiarkan maka para preman seperti Usuf ini akan semakin banyak dan semaunya berbuat, tangkap dan jebloskan ke penjara " Pintanya ".


Saya tidak bisa terima perlakuan preman seperti itu, saya yakin polisi dapat untuk menangkap pelaku pemukulan wartawan saya ini dengan segera,  agar jangan sampai terulang kembali,  " Jelasnya ". (*)