Warta-palapa.com, Jakarta
Dalam sambutannya pada Forum Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di bawah naungan BNSP Indonesia, dr. Reagen menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan sertifikasi kompetensi di lingkungan BUMN dan pemerintahan. Menurutnya, peningkatan standar kompetensi merupakan kebutuhan strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan tata kelola di BUMN, Rabu (26/11/2025)
dr. Reagen juga menekankan bahwa Danatara sebagai pemegang saham perlu memastikan penerapan standar dan kualifikasi khusus melalui 20 LSP BUMN yang saat ini telah beroperasi. Ia meyakini bahwa ke depan, proses seleksi berbagai posisi strategis, termasuk jabatan BOD dan level manajerial lainnya, dapat dilaksanakan melalui mekanisme sertifikasi profesional yang terukur. Selain itu, masing-masing LSP diharapkan memiliki program pelatihan yang terstandar serta terkalibrasi dengan kebutuhan industri BUMN.
Lebih lanjut, dr. Reagen menilai pentingnya penyusunan standar kompetensi untuk meminimalkan berbagai risiko yang dapat dimitigasi oleh para pemimpin BUMN sehingga pengelolaan perusahaan negara dapat berjalan lebih efektif, profesional, dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya kepada pers, dr. Reagen juga menyampaikan bahwa percepatan penyehatan BUMN memerlukan penataan ulang kompetensi, khususnya pada jabatan yang terkait dengan ESDM. Ia menuturkan:
Kami berharap Direksi ESDM segera memanggil seluruh Direktur ESDM BUMN untuk melakukan pembenahan terhadap struktur dan kompetensi yang belum linear di masing-masing unit kerja. Perlu ada klasterisasi serta penerapan pelatihan standar manajemen risiko agar mitigasi dapat berjalan optimal melalui peningkatan SDM, sertifikasi kompetensi, dan rekrutmen berbasis kompetensi. Ini akan memberi dampak signifikan bagi perbaikan BUMN ke depan.
Dengan demikian, Forum LSP BUMN – BNSP Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat transformasi kompetensi dan profesionalisme di seluruh lini BUMN melalui sertifikasi, pelatihan terstandar, serta tata kelola SDM yang berorientasi pada kinerja dan mitigasi risiko. (Red)


