Warta-palapa.com, Bandarlampung
Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bandarlampung, Edison Hadjar, menggelar
sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila
dan wawasan kebangsaan di Kecamatan Enggal Kota Bandarlampung, Rabu
(03/12/2025).
Edison Hadjar, mengajak peserta sosialisasi ideologi
Pancasila untuk bersama-sama mendoakan saudara kita yang tertimpa musibah
bencana alam di Aceh, Medan dan Padang.
Edison menyampaikan mendoakan saudara yang tertimpa musibah
merupakan salah satu implementasi pengamalan sila-sila Pancasila. Dan
sebetulnya bagaimana sebetulnya implementasi sila-sila Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari adalah tentang menerjemahkan nilai-nilai luhur menjadi
tindakan yang nyata.
Menurut Edison Hadjar bahwa implementasi sila Pancasila pada
sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, maknanya, mengakui dan mengimani Tuhan,
menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing dengan toleranai.
Kemudian, sila 2, Kemanusiaan yang adil dan beradab,
maknanya adalah menghargai martabat manusia dan berakhlak mulia. Sila 3
Persatuan Indonesia, bermakna menjaga keutuhan dan persatuan bangsa, menghargai
keberagaman.
Selanjutnya, implementasi sila ke-4 Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan, yakni mengutamakan musyawarah untuk mufakat,
berdemokrasi dengan bijak. Dan sila 5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia, menjamin kesejahteraan bersama, mengurangi kesenjangan.
“Makna Pancasila secara keseluruhan adalah sebagai ideologi
bangsa yang mengarahkan Indonesia menjadi negara yang berdaulat, adil, dan
bermoral, dengan menghargai keberagaman dan kebersamaan.
“Ideologi Pancasila sangat erat kaitannya dengan adat
istiadat dan budaya di seluruh Indonesia. “Pancasila dirumuskan oleh para
pendiri bangsa dengan mempertimbangkan nilai-nilai yang sudah ada dalam
masyarakat Indonesia,” ujar Edison Hadjar.
“Bahwa Pancasila berakar pada kearifan lokal, seperti gotong
budaya royong, musyawarah, dan toleransi sudah lama menjadi bagian dari adat
istiadat masyarakat Indonesia.” Ujar Edison.
“Contoh implementasi dalam kehidupan sehari-hari seperti,
Gotong royong, musyawarah mufakat, toleransi antaragama, tenggang rasa, saling
menghormati, dan lainnya. Oleh karenanya, Pancasila bukan hanya konsep, tapi
refleksi dari semangat kebersamaan dan kearifan bangsa Indonesia,’ pungkasnya.

