Warta-palapa.com, Bandarlampung
Ketua Integrity Media Forum (IMF), Indra Segalo-galo, mendatangi kediaman keluarga yang sempat diviralkan oleh seorang driver taksi online beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk edukasi agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya saat merekam dan menyebarkan konten ke ruang publik.
Indra menegaskan bahwa tidak semua orang memahami konsekuensi hukum dan etika dari konten yang diunggah ke media sosial. Ia membandingkan peran wartawan dengan masyarakat umum dalam menyebarkan informasi.
“Wartawan itu memang profesinya mencari berita, tapi mereka terikat kode etik jurnalistik. Ada aturan, ada verifikasi, dan selalu terbuka ruang hak jawab bagi pihak yang merasa dirugikan,” ujar Indra saat ditemui pada Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, persoalan justru muncul ketika masyarakat awam merekam peristiwa lalu langsung membagikannya tanpa pertimbangan dampak yang akan timbul. Konten tersebut kemudian menyebar luas dan viral, sementara pihak yang merasa keberatan justru kesulitan mendapatkan klarifikasi atau ruang pembelaan.
“Ini yang terjadi pada kasus driver taksi online. Video diambil, dibagikan, lalu viral. Tapi ketika keluarga yang diviralkan ingin meminta klarifikasi, justru mengalami kesulitan. Tidak ada mekanisme tanggung jawab seperti di dunia jurnalistik,” tegasnya.
Indra berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar Masyarakat tidak mudah merekam dan menyebarkan video yang berpotensi merugikan Orang lain. Ia menekankan bahwa kebebasan bermedia sosial harus diiringi dengan tanggung jawab moral dan hukum.
“Media sosial itu bukan ruang tanpa aturan. Sekali kita unggah, dampaknya bisa panjang. Bijak sebelum merekam, bijak sebelum membagikan,” pungkas Indra.
Kunjungan tersebut disambut baik oleh keluarga yang bersangkutan. Mereka berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa yang mencederai nama baik seseorang hanya karena konten viral tanpa kejelasan konteks. (Ratih)

