KUR BRI Rp15 Juta, Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Kerakyatan

KUR BRI Rp15 Juta, Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Kerakyatan

wartapalapa
Kamis, 08 Januari 2026

  


Warta-palapa.com, Jakarta

Akses pembiayaan masih menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha mikro dan kecil di Indonesia. Menjawab kebutuhan tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menghadirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen pembiayaan bersubsidi pemerintah dengan skema ringan dan inklusif.


Salah satu produk yang paling diminati adalah KUR BRI tanpa agunan dengan plafon Rp15 Juta, yang dirancang khusus untuk pelaku UMKM pemula maupun usaha kecil yang tengah berkembang. 


Skema ini menawarkan kemudahan akses modal tanpa kewajiban menyerahkan jaminan fisik, disertai suku bunga rendah serta tenor pinjaman yang fleksibel.


KUR BRI Rp15 Juta masuk dalam kategori KUR Mikro, yakni pembiayaan produktif dengan plafon pinjaman mulai dari Rp10 Juta hingga Rp100 Juta. Pada rentang plafon tersebut, BRI tidak mensyaratkan agunan tambahan karena kelayakan kredit dinilai berdasarkan usaha yang dijalankan.


Program ini ditujukan untuk mendukung berbagai sektor usaha produktif, seperti perdagangan kecil, kuliner, jasa, pertanian, peternakan, hingga industri rumahan. Kehadiran KUR Mikro juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan serta memperkuat ekonomi kerakyatan.


Dari sisi pembiayaan, KUR BRI menawarkan suku bunga yang disubsidi pemerintah, sehingga lebih ringan dibandingkan kredit komersial. Untuk debitur baru, bunga KUR berada di kisaran 6 persen per tahun. Sementara itu, tenor pinjaman cukup fleksibel, mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan, menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan bayar pelaku usaha.


Persyaratan pengajuan KUR BRI relatif sederhana. Calon debitur merupakan Warga Negara Indonesia, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, serta memiliki usaha produktif yang telah berjalan sekurang-kurangnya enam bulan. Dokumen yang dibutuhkan meliputi KTP elektronik, Kartu Keluarga, serta surat keterangan usaha atau Nomor Induk Berusaha (NIB).


Untuk pinjaman di bawah Rp50 Juta, NPWP tidak diwajibkan.

BRI juga menyediakan dua jalur pengajuan KUR, yakni secara langsung dengan mendatangi kantor cabang atau unit BRI terdekat, serta secara daring melalui portal resmi KUR BRI. Setelah proses verifikasi administrasi dan survei usaha, dana pinjaman akan dicairkan langsung ke rekening nasabah.


Melalui program KUR Mikro tanpa agunan plafon Rp15 Juta, BRI diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing. Dengan pembiayaan yang terjangkau dan proses yang relatif cepat, KUR BRI menjadi salah satu solusi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

(R01-R12-Red-BFN)