Neraca Perdagangan Lampung November 2025: Surplus Sebesar US$386,70 Juta

Neraca Perdagangan Lampung November 2025: Surplus Sebesar US$386,70 Juta

wartapalapa
Senin, 05 Januari 2026

  


Warta-palapa.com, Bandarlampung 

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan konsistensi kinerja positif perdagangan luar negeri Lampung pada periode November 2025. Provinsi Lampung kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$386,70 juta.


Kinerja positif ini diumumkan dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang diselenggarakan secara daring, Senin (05/01/2026). Nilai ekspor Lampung pada November 2025 tercatat mencapai US$532,61 juta, tumbuh signifikan sebesar 7,49 persen secara tahunan (y-on-y) dibandingkan November 2024 yang mencapai US$495,49 juta.


Secara kumulatif dari bulan Januari hingga November 2025, kinerja ekspor Provinsi Lampung telah mencapai US$5,98 miliar, atau meningkat 19,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$5,02 miliar.


Selama bulan Januari hingga November 2025, tiga negara utama yang menjadi tujuan ekspor terbesar Provinsi Lampung adalah: Amerika Serikat dengan nilai ekspor mencapai US$926,66 juta (15,51%) dengan komoditas ekspor utamanya adalah Lemak dan Minyak Hewan/Nabati, diikuti oleh Pakistan mencapai US$544,13 juta (9,11%) dengan komoditas utama Lemak dan Minyak Hewan/Nabati, dan Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar US$536,72 juta (8,98%) dengan komoditas ekspor utamanya juga Lemak dan Minyak Hewan/Nabati.


Selain itu, share komoditas terbesar pada Ekspor Lampung pada November 2025 didominasi oleh tiga golongan komoditas utama, yaitu: Lemak dan Minyak Hewan/Nabati: US$2.352,04 juta (Share 39,36%); Kopi, Teh, dan Rempah-Rempah: US$1.580,15 juta (Share 26,44%); Bahan Bakar Mineral: US$672,59 juta (Share 11,26%).


Dari sisi impor, nilai impor luar negri pada November 2025 tercatat sebesar US$145,91 juta. "Nilai Impor ini menunjukkan peningkatan 25,54 persen secara y-on-y, yakni bila dibandingkan dengan nilai impor di bulan November 2024 yang mencapai US$116,23 juta." terang Sabiel.


Secara kumulatif, nilai impor Januari hingga November 2025 mencapai US$1,91 miliar, mengalami penurunan sebesar 1,07 persen dibandingkan dengan nilai impor pada periode yang sama di tahun 2024 yang mencapai US$1,93 miliar.


Pada periode bulan Januari hingga November 2025, tiga negara utama asal impor terbesar Provinsi Lampung adalah: Nigeria dengan nilai impor sebesar US$ 354,00 juta (18,58%) dengan komoditas impor utama adalah Bahan Bakar Mineral. Diikuti Amerika Serikat sebesar US$277,88 juta (14,58%) dengan komoditas impor terbesar adalah Kereta api, trem, dan bagiannya. Kemudian, Australia dengan nilai impor sebesar US$233,06 juta (12,23%) dengan komoditas impor utamanya adalah Binatang Hidup.


Secara keseluruhan, share komoditas terbesar Impor Lampung pada November 2025 didominasi oleh tiga golongan komoditas utama, yaitu: Bahan Bakar Mineral: US$789,53 juta (41,43%); Gula dan Kembang Gula: US$183,15 juta (9,61%); Binatang Hidup: US$180,71 juta (9,48%).


BPS Provinsi Lampung Mencatat Inflasi 0,59 Persen pada Desember 2025


Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat inflasi sebesar 0,59 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Desember 2025. "Angka ini terpantau lebih tinggi bila dibandingkan inflasi Desember tahun sebelumnya yang sebesar 0,47 persen." ungkap Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, dalam rilis berita resmi statistik secara daring, Senin (5/1).


la melaporkan pemicu utama inflasi bulanan (m-to-m) terjadi pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami inflasi sebesar 1,42 persen, kelompok ini juga memberikan andil inflasi sebesar 0,48 persen. Sebaliknya, kelompok Kesehatan mencatatkan deflasi sebesar 0,13 persen, namun andil deflasi terbesar terjadi di kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan dengan andil sebesar 0,01 persen.


"Lima komoditas utama yang memberikan andil inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) adalah Cabai Rawit dengan andil sebesar (0,17 persen); diikuti oleh Bawang Putih (0,11 persen); Bawang Merah (0,10 persen); Emas Perhiasan (0,05 persen); dan Bensin (0,03 persen). Di sisi lain, beberapa komoditas yang memberikan andil deflasi dan menahan laju inflasi secara umum, antara lain: Tomat dengan andil deflasi sebesar (0,04 persen); diikuti oleh Salak (0,02 persen); Sabun Mandi (0,02 persen); Terong (0,01 persen), dan Tarif Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (0,01 persen)." terang Muhammad Sabiel Adi Prakasa.


Sementara itu, bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya atau (year-on-year/y-on-y), Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 1,25 persen pada Desember 2025.


Selanjutnya, kelompok pengeluaran dengan tingkat inflasi tertinggi secara tahunan pada Desember 2025 (y-on-y) adalah Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang tercatat mengalami inflasi tertinggi sebesar (8,45 persen) dengan andil 0,53 persen. Namun, andil inflasi yang paling dominan disumbangkan oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan inflasi sebesar 4,07 persen dan andil 1,35 persen.


Muhammad Sabiel Adi Prakasa menjelaskan, "Kelompok Pendidikan mengalami deflasi terbesar yaitu 17,98 persen, dengan andil deflasi 1,21 persen."


Berikut adalah lima komoditas utama pendorong inflasi secara tahunan (y-on-y), selama Desember 2025, yaitu: Emas Perhiasan dengan andil sebesar (0,53 persen); diikuti oleh Cabai Merah (0,36 persen); Bawang Merah (0,27 persen); Cabai Rawit (0,16 persen); dan Beras (0,14 persen). Di sisi lain, beberapa komoditas yang memberikan andil deflasi dan menahan laju inflasi secara umum, antara lain: Sekolah Menengah Atas dengan andil deflasi sebesar (0,85 persen); diikuti oleh Sekolah Menengah Pertama (0,39 persen); Tomat (0,14 persen); Bawang Putih (0,08 persen); dan Cumi-cumi (0,07 persen),"


Selanjutnya BPS Provinsi Lampung juga memantau inflasi di empat kabupaten/kota cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK). Pada Desember 2025, inflasi tahunan (y-on-y) tertinggi tercatat di Kabupaten Mesuji sebesar 2,69 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,44 persen. Dan jika dilihat secara bulanan (m-to-m), inflasi tertinggi terjadi di Kab. Mesuji, yaitu sebesar 0,87 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung, yaitu sebesar 0,43 persen.


Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung Naik 0,64 Persen pada Desember 2025


Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung pada bulan Desember 2025 tercatat capaian nilai indeks sebesar 130,15, atau mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini disampaikan oleh Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang diselenggarakan secara daring pada Senin (05/01/2026).


"Sebagai pengingat, indikator NTP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani atas hasil produksinya dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar petani untuk memenuhi kebutuhannya," terang Sabiel.


Kenaikan NTP pada bulan Desember 2025 didorong oleh peningkatan pada beberapa subsektor, antara lain: Tanaman Pangan yang naik sebesar (1,62 persen); disusul oleh Hortikultura yang meningkat sebesar (5,64 persen); Peternakan (0,05 persen); serta Perikanan Tangkap yang naik (0,57 persen). Sementara, dua subsektor yang mengalami penurunan yaitu: Tanaman Perkebunan Rakyat yang turun sebesar (0,50 persen); dan Perikanan Budidaya yang turun sebesar (1,06 persen).


Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang November 2025 Sebesar 48,93 Persen


Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis data mengenai performa industri pariwisata daerah melalui indikator Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk periode November 2025. Hasil pemantauan menunjukkan adanya tren positif berupa peningkatan okupansi hotel di seluruh kategori, baik hotel berbintang maupun non-bintang.


Pada November 2025, TPK hotel berbintang di Provinsi Lampung mencapai 48,93 persen. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,67 persen poin dibandingkan dengan kondisi bulan Oktober 2025 (month-to-month). Meskipun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year) terdapat penurunan sebesar 2,48 persen poin. Adanya pertumbuhan secara bulanan ini menandakan aktivitas pariwisata dan bisnis yang tetap dinamis di penghujung tahun.


Tren peningkatan yang sama juga terlihat pada sektor akomodasi non-bintang. TPK hotel non-bintang pada November 2025 tercatat sebesar 25,60 persen, naik sebesar 1,70 persen poin dibandingkan Oktober 2025. Secara tahunan, angka ini mengalami penurunan sebesar 2,35 persen poin dibandingkan November 2024.


Tren Positif Transportasi Lampung: Sektor Rel, Laut, dan Udara Kompak Tumbuh secara Tahunan pada November 2025


Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis data perkembangan transportasi antar moda untuk periode November 2025. Laporan ini memberikan gambaran mengenai mobilitas penduduk melalui moda transportasi yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.


BPS Provinsi Lampung mencatat, jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara pada Bulan November 2025 sebanyak 52.102 orang, turun sebesar 2,77 persen dibandingkan Bulan Oktober 2025. Sebaliknya jika dibandingkan dengan November 2024 mengalami kenaikan sebesar 4,52 persen


Berikutnya, jumlah penumpang angkutan laut tercatat sebanyak 44.436 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 4,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month). Sementara, secara tahunan (year-on-year), lonjakan signifikan terjadi sebesar 20,83 persen dibandingkan November 2024.


Tren serupa terjadi pada angkutan kereta api yang melayani 72.025 orang pada November 2025, turun 0,81 persen secara bulanan (month-to-month). Sementara, bila secara tahunan (year-on-year) tercatat naik sebesar 0,86 persen. (*)