Warta-palapa.com, Bandarlampung
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat kinerja ekonomi Lampung sepanjang tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik (BRS) pada Kamis (5/2), ekonomi Lampung tercatat tumbuh sebesar 5,28 persen (c-to-c), menguat dibandingkan capaian tahun 2024 yang tumbuh 4,57 persen.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menjelaskan bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung tahun 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp523.846,54 miliar, sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp296.420,65 miliar.
Dari sisi produksi, hampir seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi motor penggerak tercepat dengan lonjakan 7,83 persen, disusul Jasa Lainnya (7,38%), Transportasi dan Pergudangan (7,32%), serta Industri Pengolahan (6,32%).
Meski demikian, struktur ekonomi Lampung secara fundamental masih bertumpu pada sektor tradisional. Empat sektor utama memberikan kontribusi hingga 69,67 persen terhadap total PDRB, dengan rincian: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: 26,90%; Industri Pengolahan: 19,11%; Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor: 14,36%; dan Konstruksi: 9,30%
Di sisi lain, masih terdapat lapangan usaha yang mengalami kontraksi, yaitu Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 3,05 persen serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,17 persen.
Secara tahunan (y-on-y), ekonomi triwulan IV-2025 tumbuh meyakinkan sebesar 5,54 persen, menguat dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,04 persen. Pertumbuhan tertinggi pada triwulan ini terutama terjadi pada Jasa Keuangan yang tumbuh 16,46 persen.
Namun, Ahmadriswan memberikan catatan terkait kontraksi sebesar 3,05 persen secara quarter-to-quarter (q-to-q).
"Kontraksi pada triwulan keempat ini merupakan fenomena musiman yang wajar, mengingat sektor pertanian sebagai penopang utama mengalami penurunan produksi hingga 17,14 persen pasca masa panen raya di triwulan sebelumnya," jelas Ahmadriswan. Meski pertanian melandai, sektor Jasa Lainnya masih mampu tumbuh 9,53 persen secara q-to-q.
Beralih ke sisi pengeluaran, hampir seluruh komponen pengeluaran menunjukkan tren ekspansi sepanjang 2025. Ekspor Barang dan Jasa tampil sebagai primadona dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 7,20 persen, diikuti oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh kuat sebesar 5,28 persen.
Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tetap menjadi bantalan utama ekonomi dengan porsi 62,61 persen dan tumbuh stabil di angka 4,94 persen. Sebaliknya, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) menjadi satu-satunya komponen yang mengalami kontraksi tipis sebesar 0,13 persen pada tahun 2025.
Prestasi ekonomi Lampung kian terlihat dalam skala regional. Selama tahun 2025, Provinsi Lampung berhasil menyumbangkan kontribusi sebesar 9,98 persen terhadap total PDRB Sumatera.
Dengan pertumbuhan 5,28 persen, Lampung juga mengukuhkan posisinya sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Sumatera, berada di bawah Provinsi Kepulauan Riau (6,94%) dan Sumatera Selatan (5,35%). Bahkan, berhasil tumbuh di atas rata-rata ekonomi Pulau Sumatera yang tumbuh 4,81 persen.
Produksi Padi Lampung Tahun 2025 Meningkat 16,53 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat kinerja impresif pada sektor pangan sepanjang tahun 2025, Produksi padi di Provinsi Lampung selama periode Januari hingga Desember 2025 mencapai angka tetap yang signifikan, didorong oleh peningkatan luas panen dan optimalisasi produktivitas lahan.
"Sepanjang tahun 2025, kita melihat adanya peningkatan produksi padi sebesar 461,28 ribu ton atau naik 16.53 persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan produksi padi tahun 2025 disebabkan peningkatan luas panen dan peningkatan produktivitas padi sepanjang tahun 2025. rata-rata produktivitas padi Provinsi Lampung tahun 2025 sebesar 54,57 kuintal per hektare, meningkat sebesar 208 kg per hektare atau sebesar 3,98 persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 52,50 kuintal per hektare," ujar Ahmadriswan.
Peningkatan luas panen secara total (12,09% y-on-y) diwarnai oleh pergeseran musim. Pada Subround I (Januari-April 2025), luas panen melonjak drastis sebesar 90,67 ribu hektare (64,30%). Sebaliknya, pada Subround II (Mei-Agustus), terjadi penurunan sebesar 28,58 ribu hektare (14,48%).
"Penurunan di Subround II ini lebih disebabkan oleh faktor teknis pergeseran bulan panen, di mana puncak panen yang pada 2024 jatuh di bulan Mei, bergeser maju ke bulan April pada tahun 2025," jelas Ahmadriswan menambahkan.
Selain luas lahan, efisiensi lahan juga meningkat. Rata-rata produktivitas padi Lampung tahun 2025 tercatat sebesar 54,57 kuintal per hektare, naik 3,98 persen (208) kg/ha) dari angka 52,50 kuintal per hektare di tahun 2024.
Kenaikan produksi gabah ini secara otomatis mendongkrak produksi beras. Total produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada 2025 mencapai 1,87 juta ton, meningkat 265,17 ribu ton dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 1,60 juta ton.
Tidak hanya padi, komoditas jagung juga menunjukkan tren penguatan. Luas Panen Jagung 2025 mencapai 194,49 ribu hektare (naik 14,39% y-on-y) dibanding tahun 2024. Produksi Jagung 2025 mencapai 1,26 juta ton pipilan kering (KA 14%), atau meningkat 13,70% dibandingkan tahun lalu.
BPS Provinsi Lampung juga merilis angka potensi untuk periode Januari-Maret 2026 berdasarkan pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA) Desember 2025: Produksi padi diprediksi mencapai 921,93 ribu ton GKG, naik 80,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Produksi diperkirakan mencapai 469,55 ribu ton, meningkat 24,82 persen dibanding awal tahun 2025.
Keadaan Ketenagakerjaan Lampung November 2025: Tingkat Pengangguran Turun ke Level 4,14 Persen di Tengah Penguatan Sektor Informal
Jumlah penduduk usia kerja di Provinsi Lampung pada November 2025 tercatat sebanyak 7,22 juta orang, meningkat 24,17 ribu orang (0,34%) dibandingkan Agustus 2025. Sejalan dengan kenaikan tersebut, daya serap pasar kerja juga menguat dengan adanya tambahan 45,01 ribu orang yang bekerja. Dengan demikian, total penduduk yang bekerja saat ini mencapai 4,90 juta orang.
Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Lampung pada November 2025 berada pada level 4,14 persen, atau sebanyak 211,70 ribu orang. Angka ini menunjukkan keberhasilan dalam menekan jumlah pengangguran sebanyak 1,47 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.
Namun, terdapat catatan mengenai disparitas wilayah dan gender. "TPT di wilayah perkotaan masih jauh lebih tinggi sebesar 6,03 persen, dibandingkan wilayah perdesaan yang hanya 2,97 persen. Dan angka pengangguran perempuan tercatat sebesar 4,86 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang sebesar 3,70 persen." terang Ahmadriswan.
Secara umum, TPAK Lampung mengalami kenaikan dari 70,44 persen pada Agustus 2025 menjadi 70,81 persen pada November 2025. Menariknya, kenaikan ini didorong oleh peningkatan partisipasi perempuan yang naik menjadi 54,87 persen (sebelumnya 53,85%). Sebaliknya, TPAK laki-laki justru mengalami sedikit penurunan menjadi 86,15 persen dari sebelumnya 86,40%.
BPS Provinsi Lampung mencatat, struktur lapangan kerja di Lampung masih didominasi oleh kegiatan di sektor informal. Proporsi pekerja informal meningkat menjadi 65,81 persen, sementara pekerja formal turun menjadi 34,19 persen.
Kenaikan sektor informal ini didorong oleh lonjakan status pekerjaan "Pekerja Bebas di Pertanian" yang bertambah signifikan sebanyak 56,84 ribu orang.
Lapangan usaha Pertanian, Perdagangan, Industri Pengolahan, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja. Sektor Konstruksi serta Pengadaan Listrik dan Gas juga turut memberikan kontribusi positif.
Dari sisi kualitas pendidikan, terdapat tren peningkatan partisipasi lulusan Perguruan Tinggi (Diploma ke atas) yang kini mencapai 11,24 persen (550,73 ribu orang). Meski demikian, mayoritas penduduk bekerja masih didominasi oleh lulusan SD ke bawah sebesar 32,98 persen, meskipun secara proporsi mulai menunjukkan
Kemiskinan Lampung September 2025 Turun Menjadi 9,66 persen:
Intervensi Perdesaan Tunjukkan Hasil Positif
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2025, persentase penduduk miskin di Provinsi Lampung tercatat sebesar 9,66 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,34 persen poin dibandingkan dengan posisi September 2024.
Secara kuantitas, jumlah penduduk miskin di Lampung pada September 2025 mencapai 860,13 ribu orang. Angka ini berkurang sebanyak 26,9 ribu orang jika dibandingkan dengan data Maret 2025.
"Capaian ini merupakan sinyal positif bagi perekonomian daerah. Kita melihat tren penurunan kemiskinan yang konsisten. Yang paling menggembirakan adalah akselerasi penurunan kemiskinan di perdesaan berlangsung lebih cepat dibandingkan perkotaan, baik secara semesteran maupun tahunan," ujar Ahmadriswan Nasution dalam keterangannya.
Meskipun secara persentase masih terdapat disparitas, di mana tingkat kemiskinan di perdesaan mencapai 10,88 persen dan perkotaan 7,37 persen. Salah satu ukuran kemiskinan yang penting adalah bagaimana melihat seberapa dalam tingkat kemiskinan suatu wilayah. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun signifikan dari 1,539 pada Maret 2025 menjadi 1,228 pada September 2025, artinya rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekat terhadap garis kemiskinan. Penurunan tajam terjadi di perdesaan, dari 1,893 menjadi 1,472.
Selain kedalaman, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan dari 0,344 (Maret 2025) menjadi 0,242 (September 2025). Penurunan paling signifikan di wilayah perdesaan (dari 0,439 ke 0,303) menandakan bahwa ketimpangan pengeluaran di antara sesama penduduk miskin semakin menyempit atau kelompok termiskin mulai terangkat secara ekonomi.
Sejalan dengan itu, tingkat ketimpangan pengeluaran secara umum yang diukur melalui Gini Ratio juga mengalami perbaikan. Gini Ratio Provinsi Lampung tercatat sebesar 0,287 pada September 2025. Penurunan di wilayah perkotaan dari 0,319 menjadi 0,312 menunjukkan pemerataan pengeluaran di kota yang semakin membaik.
Beberapa faktor ekonomi makro yang mendukung tren penurunan kemiskinan ini antara lain: Ekonomi Lampung Triwulan III-2025 tumbuh sebesar 5,04 persen (y-on-y). Terjadi peningkatan produksi padi yang signifikan pada Subround III 2025 (naik 22,98% dibanding Subround I). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,89 persen. (Marli)


