Warta-palapa.com, Tanggamus
Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp1,6 miliar di Pekon Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, kembali menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang saat ini disebut hanya mampu melayani 250 rumah keluarga penerima manfaat (KPM) di Dusun Cita Laksana tersebut dinilai belum berjalan optimal.
Sejumlah warga mengeluhkan pendistribusian air yang Belum stabil. Selain itu, kondisi bekas galian pemasangan pipa juga dipersoalkan karena dianggap tidak dirapikan secara maksimal. Beberapa warga mengaku semestinya pemasangan pipa sudah permanen justru masyarakat harus melakukan perbaikan secara swadaya tanpa adanya kompensasi.
Informasi lain yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan adanya tenaga kerja yang hingga kini masih menunggu pembayaran honor, meski pekerjaan fisik proyek telah dinyatakan selesai.
Saat awak media turun ke lapangan, salah satu warga menyampaikan bahwa pihak rekanan disebut berencana melakukan serah terima pekerjaan sekaligus pembentukan atau pengalihan pengelolaan kepada pihak pekon. Namun, menurut keterangan warga tersebut, pihak Pemerintah Pekon Datar Lebuay menolak menandatangani serah terima karena menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang belum dapat diakomodir serta adanya keluhan masyarakat yang belum terselesaikan.
"Pihak pelaksana pernah minta kami untuk dibuatkan berita acara serah terima, dan itu kami tolak karena pekerjaan tersebut kami nilai baru lima puluh persen" ucap Mipta warga dusun 1 Cita Laksana, Rabu (25/02/2026)
Di sisi lain, warga juga menyebut pemasangan pipa sempat menjadi perhatian saat dilakukan audit oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanggamus, di mana sebagian instalasi disebut telah dibongkar untuk perbaikan.
"Dari dinas PU pernah melakukan pengecekan dan mereka minta pipa yang kerumah itu minta di ganti karena tidak sesuai dengan Spek nya " ucapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun dinas PU belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun proses serah terima tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek SPAM tersebut, baik dari aspek teknis, administrasi, maupun transparansi penggunaan anggaran, agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat secara luas. (Tim)



