Warta-palapa.com, Bandarlampung
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026. SNLIK adalah kegiatan survei yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur tingkat literasi (pemahaman) dan inklusi (akses dan penggunaan) layanan keuangan masyarakat Indonesia. Indeks ini menjadi dasar dalam perumusan kebijakan dan program edukasi keuangan yang lebih tepat sasaran di seluruh wilayah Indonesia, Selasa (03/02/2026).
SNLIK 2026 direncanakan mengambil 75.000 sampel rumah tangga di seluruh Indonesia, jauh lebih besar dibanding survei sebelumnya. Hal ini akan meningkatkan ketepatan data regional dan kebijakan yang berdasarkan hasil survei, baik secara nasional maupun tingkat provinsi.
Survei dilaksanakan tanggal 4 – 18 Februari 2026, dengan melakukan pendataan ke setiap sampel yang telah ditentukan. Survei dilakukan oleh Petugas Survei yang telah diberi pelatihan, baik oleh OJK, BPS dan LPS pada tanggal 26 – 28 November 2025 (tahap 1) dan tanggal 19-21 Februari 2026 (Tahap 2), sehingga petugas siap menjalankan kegiatan survei ini.
Untuk Provinsi Lampung, pelaksanaan survei dilakukan di 15 kota dan Kabupaten yang ada, yang dilaksanakan oleh 119 petugas lapangan, dan dilakukan monitoring pendampingan baik oleh BPS maupun OJK Provinsi Lampung.
“Kami berharap dengan pelaksanaan survei dapat memperoleh data mengenai indeks literasi dan inklusi Keuangan baik tingkat nasional maupun provinsi, sehingga dapat dijadikan dasar dalam penentuan kebijakan dan program literasi dan inlkusi ke depan. Masyarakat Provinsi Lampung yang nantinya berkesempatan menjadi responden, kiranya dapat memberikan informasi yang memadai terhadap pertanyaan-pertanyaan survei yang diberikan” ujar Otto Fitriandy, Kepala OJK Provinsi Lampung.
Secara umum, SNLIK menjadi instrumen penting untuk mengetahui seberapa banyak masyarakat memahami keuangan serta seberapa luas mereka menggunakan produk layanan keuangan formal (misalnya perbankan, asuransi, pasar modal) di Indonesia.
“Semoga kegiatan survei ini dapat berjalan baik dan lancar, dukungan masyarakat Lampung sangat diharapkan, sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal untuk kemajuan Provinsi Lampung” ujar Otto. (Marli)

