Warta-palapa.com, Bandar Lampung
Pimpinan DPRD Kota Bandarlampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Wiyadi, menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Lengkung Langit, Sumberejo, Kemiling, Kota Bandarlampung, Minggu (22/02/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kota Bandarlampung yang meliputi Kecamatan Kemiling, Rajabasa dan Langkapura. Hadir pula dua narasumber, yakni Suheli, mantan anggota DPRD Kota Bandarlampung periode 2014–2019, serta Melinda, Wakil Kepala Bidang (Wakabid) PDI Perjuangan Kota Bandarlampung.
Dalam sambutannya, Wiyadi menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada masyarakat yang hadir. Ia mengajak seluruh warga menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, termasuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat.
“Di bulan Ramadan ini mari kita jaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Ingatkan juga anak-anak kita untuk tidak tidur terlalu larut malam, bahkan sampai pagi baru tidur. Kita harus peduli dengan generasi muda kita,” ujar Wiyadi.
Ia juga menyoroti persoalan kesehatan masyarakat, khususnya meningkatnya kasus HIV di Kota Bandarlampung yang dinilainya sangat memprihatinkan dan berbahaya. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Selain itu, kita juga harus peduli dengan lingkungan kita terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegas Wiyadi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Dewan Kehormatan DPRD PDI Perjuangan Provinsi Lampung.
Sementara itu, Suheli dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial.
Sedangkan Melinda memaparkan materi tentang wawasan kebangsaan yang menitikberatkan pada Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan pentingnya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Masyarakat menyambut antusias kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kesehatan, keluarga, dan lingkungan. (Marli)



