Gagas 'Micropolis' Uluan Nughik, Bupati Tubaba Gandeng Investor Belanda dan Pengusaha Muda

Gagas 'Micropolis' Uluan Nughik, Bupati Tubaba Gandeng Investor Belanda dan Pengusaha Muda

wartapalapa
Jumat, 13 Maret 2026

   


Warta-palapa.com, Tulangbawang Barat 

Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) terus mematangkan langkah besar dalam membangun kota masa depan. Bertempat di Rumah Baduy, Kompleks Uluan Nughik, Bupati Tubaba, Novriwan Jaya, menggelar diskusi strategis bersama jajaran pengusaha muda nasional dan investor asal Belanda pada Jumat Malam (13/03/2026).


​Pertemuan bertajuk "Perjalanan Pulang ke Masa Depan" ini menjadi momentum krusial bagi pengembangan konsep Micropolis Uluan Nughik. Sebuah visi pembangunan kota modern di daerah eks-transmigrasi yang mengedepankan keseimbangan ruang hidup dan ekologi.

​Diskusi ini dihadiri oleh deretan figur kreatif dan pengusaha muda, di antaranya Vella Siahaya dan Resa (Toko Kopi Tuku), Calvin (Wonderwhy Media), Kevin Anderson Hartanto (Panlapan Creatif), Ace Raden (Filmaker : Migunani Creative PH), Danny Wicaksono (Arsitek), serta Lulu Bong (Redwoods Digital - Industri Kreatif). Tak hanya itu, diskusi juga dilakukan secara daring (zoom) bersama mitra investor asal Belanda, Mr. Gijs Van Seggelen (CEO PT Hira Utama Group - Produsen CLT).

Dalam sambutannya, Bupati Novriwan Jaya menegaskan bahwa pembangunan Micropolis bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan ekosistem yang saling melengkapi dengan program prioritas daerah.

"Saya sangat mengapresiasi diskusi ini. Konsep Micropolis Uluan Nughik harus selaras dengan penguatan pendidikan karakter, ekonomi sirkular melalui bank sampah, hingga ketahanan pangan lokal," ujar Novriwan.

​ 


Ia juga menyambut baik rencana kedatangan Gijs Van Seggelen ke Tubaba pada 20 April mendatang. "Mr. Gijs sangat antusias, terutama untuk pengembangan bisnis CLT-nya (Cross-Laminated Timber), yang sangat potensial untuk mendukung pengembangan Uluan Nughik," tambahnya.

​Selain tata kota, Novriwan memaparkan kemajuan sektor kesehatan sebagai pilar pendukung kota baru. Tahun ini RSUD Tubaba memperoleh bantuan pengembangan gedung dari pemerintah pusat, serta penambahan fasilitas layanan kesehatan baru.

"Rumah sakit kita akan memiliki spesialisasi layanan DSA (seperti metode Dokter Terawan). Dengan lokasi strategis di tengah Lampung dan akses tol, Tubaba akan menjadi magnet bagi pasien dari seluruh Sumatera. Namun, ini semua butuh kolaborasi karena efisiensi anggaran pemerintah saat ini sangat ketat," jelasnya.

​Mantan Bupati Tubaba, Umar Ahmad, yang turut hadir dalam diskusi tersebut, memberikan catatan mendalam mengenai filosofi pembangunan Uluan Nughik. Ia menekankan bahwa "Tubaba" bukan lagi sekadar singkatan nama kabupaten, melainkan sebuah simbol masa depan yang ingin dituju.

"Kita tidak menyebutnya sekadar kota, tapi ruang hidup di mana semua makhluk hidup selaras secara harmoni. (Sul)