Warta-palapa.com, Pesawaran
Jalan poros menuju dermaga di Dusun Pemindangan merupakan satu-satunya akses utama di Desa Kekatang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran. Jalan kabupaten yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Desa Kekatang dengan enam dusun, termasuk Dusun Pemindangan, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Mayoritas warga desa yang bermata pencaharian sebagai petani, nelayan, serta pelaku usaha perikanan dan perkebunan sangat bergantung pada akses jalan tersebut. Kamis (05/03/2026).
Sudah hampir 12 tahun jalan desa yang juga merupakan jalan kabupaten menuju dermaga dengan panjang kurang lebih 2 kilometer ini tidak pernah tersentuh pembangunan. Saat ini kondisinya rusak parah dengan banyak lubang besar yang memiliki kedalaman sekitar 15 hingga 20 sentimeter, bahkan beberapa di antaranya lebih dalam. Kondisi tersebut sering memicu kecelakaan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalan tersebut.
Ketika hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan layaknya kolam karena genangan air menutupi lubang-lubang di badan jalan. Selain itu, sebagian badan jalan juga mulai terkikis hingga menyebabkan longsor di beberapa titik.
Kepala Desa Kekatang menyampaikan bahwa kondisi ini sebenarnya bukan menjadi kewajiban pemerintah desa maupun masyarakat untuk memperbaikinya karena statusnya merupakan jalan kabupaten. Namun demikian, pemerintah desa telah berupaya menyampaikan laporan kepada dinas terkait agar segera dilakukan perbaikan.
“Pemerintah desa sudah beberapa kali membuat laporan kepada dinas terkait mengenai kondisi jalan ini, tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan ataupun realisasi pembangunan,” ujar Kepala Desa Kekatang.
Saat ditemui awak media, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah seharusnya menjadi perhatian dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pesawaran.
“Desa Kekatang memiliki enam dusun dan pemdes tidak bisa berbuat banyak karena ini jalan kabupaten. Kondisi jalan sangat menyedihkan. Kami hanya bisa berharap kepada teman-teman media agar kondisi ini bisa diviralkan supaya pemerintah daerah, DPR, maupun dinas terkait mau datang langsung melihat keadaan desa kami yang sangat membutuhkan perhatian,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap Desa Kekatang yang berada di daerah pelosok dan cukup jauh dari pusat pemerintahan. Masyarakat juga mengusulkan agar pemerintah daerah bekerja sama dengan TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Menurut warga, keterlibatan langsung prajurit TNI di lapangan melalui program TMMD dapat menjadi solusi percepatan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat.
Program TMMD selama ini dikenal sebagai wujud nyata komitmen TNI dalam membantu percepatan pembangunan di daerah tertinggal serta memperkuat ketahanan nasional dari tingkat akar rumput.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak tersebut. Pasalnya, kondisi jalan yang hancur turut berdampak pada melemahnya perekonomian masyarakat desa.
Jalan tersebut merupakan akses utama untuk distribusi hasil pertanian dan perkebunan, penghubung antarpermukiman, serta jalur menuju berbagai layanan sosial. Infrastruktur jalan yang baik diyakini dapat menurunkan biaya transportasi, meningkatkan nilai ekonomi wilayah, serta mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (Hadi)


