Warta-palapa.com, Bandar Lampung
Derasnya hujan yang mengguyur kawasan Gunung Betung, Kabupaten Pesawaran, pada Rabu sore (01/4/2026), memicu banjir bandang yang menerjang kawasan Taman Wisata Wira Garden, Jalan Wan Abdul Rahman, Kelurahan Batu Putuk, Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung.
Peristiwa tragis tersebut menghanyutkan dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Bunga Rosana dan Fatmawati, yang saat itu tengah berwisata bersama rekan-rekannya. Keduanya terseret arus deras saat berada di tepi aliran Sungai Way Betung.
Di tengah kepanikan yang melanda lokasi wisata, respons cepat ditunjukkan Babinsa Kelurahan Batu Putuk, Sertu Agus Nuri. Ia menjadi sosok kunci dalam mengoordinasikan upaya tanggap darurat dan pencarian korban.
Laporan kejadian diterima Sertu Agus Nuri sekitar pukul 13.30 WIB dari petugas loket wisata, Emi. Tanpa menunda waktu, Babinsa Koramil 410-03/TBU tersebut langsung menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, suasana duka dan kepanikan menyelimuti para pengunjung. Dua saksi utama, Rika Yolanda dan Damayanti—yang merupakan teman korban—berhasil selamat karena berada di posisi yang lebih tinggi saat banjir bandang datang secara tiba-tiba.
“Saya langsung koordinasikan dengan Basarnas Kota Bandar Lampung, aparat terkait di wilayah Telukbetung Utara, Lurah Batu Putuk, dan Kasi trantib untuk bergerak cepat. Waktu adalah nyawa,” ujar Sertu Agus Nuri di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi, banjir bandang terjadi sangat cepat akibat hujan deras di bagian hulu yang membuat debit Sungai Way Betung meningkat drastis dalam hitungan menit. Kedua korban yang sedang berfoto di tepi sungai tidak sempat menyelamatkan diri saat arus besar datang.
Hingga pukul 17.00 WIB, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif dengan menyisir aliran sungai dan area sekitar lokasi kejadian.
Ketangguhan Sertu Agus Nuri tidak hanya terlihat dari kecepatan respons, tetapi juga dari kemampuannya mengoordinasikan berbagai unsur di lapangan. Ia bersama aparat terkait tetap bertahan di lokasi hingga malam hari guna memastikan situasi tetap terkendali dan proses pencarian berjalan optimal.
Lurah Batu Putuk yang turut hadir di lokasi memberikan apresiasi atas peran aktif Babinsa dalam penanganan situasi darurat tersebut.
“Pak Agus Nuri adalah contoh aparat kewilayahan yang benar-benar menguasai medan dan cepat mengambil tindakan. Kehadirannya sangat membantu kami mengelola keadaan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap kedua korban di sepanjang aliran Sungai Way Betung. Sertu Agus Nuri bersama aparat lainnya tetap bersiaga, menunjukkan komitmen TNI AD dalam melindungi masyarakat dari bencana. (Marli)


