Warta-palapa.com, Bandar Lampung
Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak sore hingga larut malam memicu bencana tanah longsor di kawasan padat penduduk Jalan Hayam Wuruk, Gang Mawar, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjungkarang Timur (TKT), Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 22.50 WIB.
Peristiwa longsor yang terjadi tepat di samping kediaman Bapak Suntono (54) itu mengancam keselamatan empat jiwa serta menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp50 juta.
Di tengah kondisi tanah yang labil, cuaca buruk, dan minimnya penerangan, Babinsa Kelurahan Kebon Jeruk, Sertu Yuliyusril dari Koramil 410-04/TKT Kodim 0410/KBL, sigap turun langsung ke lokasi dan menjadi garda terdepan dalam penanganan darurat. Tanpa menunggu kehadiran aparat kewilayahan lainnya, ia segera mengambil alih komando lapangan.
“Begitu menerima informasi dari warga, saya langsung bergerak ke lokasi. Prioritas utama adalah menyelamatkan jiwa. Saya koordinasikan dengan warga dan perangkat kelurahan untuk mengevakuasi keluarga Bapak Suntono ke tempat aman, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” ujar Sertu Yuliyusril saat ditemui di lokasi kejadian.
Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari Camat Tanjungkarang Timur, Dedi Saputra, S.IP., M.IP., serta Lurah Kebon Jeruk, Supriyadi, yang turut turun langsung melakukan monitoring. Dalam proses evakuasi malam itu, seluruh koordinasi aparat kewilayahan terpusat pada Babinsa di lapangan.
“Babinsa kami sangat responsif. Beliau tidak hanya memantau, tetapi juga memimpin evakuasi, mengamankan lokasi, dan memastikan warga terdampak mengungsi ke rumah kerabat dalam satu RT. Rencana perbaikan akan dilaksanakan besok pagi setelah kondisi tanah dinilai aman dan cuaca membaik,” jelas Camat Dedi Saputra.
Sertu Yuliyusril menegaskan bahwa dirinya selalu siap siaga untuk masyarakat dalam kondisi apa pun. “Kewajiban saya sebagai Babinsa adalah hadir melindungi rakyat. Saya tidak perlu menunggu perintah atau koordinasi dengan pihak lain jika nyawa manusia sudah terancam,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh anggota keluarga Bapak Suntono yang berjumlah empat jiwa telah berhasil dievakuasi dan mengungsi sementara di rumah kerabat terdekat. Warga setempat pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesigapan Babinsa yang bertindak cepat dalam situasi darurat tersebut. (Marli)


