IMF Soroti Hotel dan Penginapan yang Diduga Terima Pasangan Pelajar Menginap, Desak Penertiban Tegas

IMF Soroti Hotel dan Penginapan yang Diduga Terima Pasangan Pelajar Menginap, Desak Penertiban Tegas

wartapalapa
Rabu, 08 April 2026

  


Warta-palapa.com, Bandar Lampung 

Ketua Umum Integrity Media Forum (IMF), Indra Segalo Galo, menyoroti masih adanya hotel maupun penginapan yang diduga menerima pasangan pelajar untuk menginap tanpa pengawasan ketat.


Indra menilai kondisi tersebut merupakan persoalan serius yang tidak bisa dianggap sepele, karena dapat membuka peluang terjadinya penyimpangan moral, seks bebas, serta pergaulan bebas di kalangan generasi muda.

“Ini bukan masalah kecil. 


Jika dibiarkan, bisa merusak masa depan anak-anak kita dan menjadi ancaman serius bagi moral generasi muda,” tegas Indra Segalo Galo dalam pernyataannya, Rabu (8/4/2026).


Menurutnya, pihak hotel dan penginapan harus lebih bertanggung jawab dan taat terhadap aturan yang berlaku, termasuk melakukan pemeriksaan identitas secara ketat serta memastikan tamu yang menginap bukan pelajar di bawah umur.


Indra juga meminta aparat terkait seperti Satpol PP, kepolisian, hingga lembaga perlindungan anak agar lebih optimal melakukan pengawasan serta penertiban terhadap tempat usaha yang diduga melanggar aturan.


Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah wilayah dalam menjalankan fungsi kontrol di lingkungan masing-masing.

“Camat, lurah, hingga RT harus menjalankan pengawasan di wilayahnya. 


Jangan sampai tempat penginapan bebas menerima pelajar berpasangan tanpa pengawasan,” ujarnya.


IMF mendesak adanya langkah tegas berupa pemeriksaan rutin, penindakan terhadap penginapan yang terbukti melanggar, serta evaluasi perizinan bagi usaha yang dinilai lalai dan tidak mematuhi aturan.


Indra menegaskan, langkah ini perlu dilakukan demi menjaga masa depan anak-anak, menjaga moral masyarakat, serta menyelamatkan generasi penerus bangsa dari dampak buruk pergaulan bebas.

“Ini demi menyelamatkan generasi muda kita. Jangan sampai mereka hancur karena lemahnya pengawasan,” tutupnya. (Indra)