Warta-palapa.com, Bandar Lampung
Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Lampung Tahun 2027, bertempat di Aula Balai Keratun Lantai III, Kantor Gubernur Lampung, Jl. Wolter Monginsidi, Talang TelukBetung Selatan, Kota Bandar Lampung, pada hari Senin (13/04/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri Berbasis Potensi Daerah” tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., dan dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur Forkopimda, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI Dr. Ir. Restuardy Daud, M.Sc., CGRE., Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian PPN/Bappenas Kurniawan Ariadi, S.IP., M.Com., Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A., Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si., serta para pejabat TNI-Polri, instansi vertikal, dan para Bupati/Wali Kota se-Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., menyampaikan bahwa capaian pembangunan daerah tahun 2025 menunjukkan hasil positif, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,28 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir, serta nilai PDRB sebesar Rp523,8 triliun. Struktur ekonomi Lampung masih didominasi sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.
Lebih lanjut disampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi kekuatan utama dengan menyerap sekitar 2,05 juta tenaga kerja atau 41,93 persen dari total angkatan kerja. Namun demikian, tantangan masih dihadapi, terutama terkait jumlah penduduk miskin yang masih cukup tinggi, khususnya di wilayah pedesaan.
Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendorong peningkatan nilai tambah sektor pertanian, di antaranya melalui penyediaan pupuk hayati cair di 1.500 desa, bantuan mesin pengering (bed dryer), pelatihan vokasi, serta penguatan kelembagaan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih dan BUMDes. Program tersebut terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat di beberapa wilayah, salah satunya di Desa Wonomarto, Kabupaten Lampung Utara.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya sinergi antara program daerah dengan Program Strategis Nasional, termasuk keberhasilan Lampung dalam pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah mencapai 100 persen berbadan hukum, serta implementasi berbagai program sosial dan pembangunan lainnya.
Menghadapi tantangan global dan keterbatasan fiskal, Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, serta memiliki semangat inovasi dan rasa tanggung jawab bersama dalam membangun daerah.
Musrenbang ini bertujuan untuk menyepakati prioritas pembangunan daerah, menentukan arah kebijakan pembangunan Provinsi Lampung tahun 2027, serta menyelaraskan perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah agar lebih efektif, terintegrasi, dan tepat sasaran.
Kehadiran Pangdam XXI/Radin Inten dalam kegiatan ini merupakan wujud dukungan TNI AD terhadap upaya pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah yang kondusif di Provinsi Lampung. (Marli)


