Babinkamtibmas Akrab Disapa “Pak Manurung”, Menyatu Hati Bersama Para Petani Kopi

Babinkamtibmas Akrab Disapa “Pak Manurung”, Menyatu Hati Bersama Para Petani Kopi

wartapalapa
Kamis, 21 Mei 2026

  


Warta-palapa.com, Tanggamus 

Sosok polisi yang benar-benar hadir, dekat, dan mengayomi masyarakat nyata terlihat di wilayah Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus. Beliau adalah Marnangkok Manurung, salah satu anggota Polsek Pulau Panggung yang bertugas sebagai Babinkamtibmas di wilayah Kecamatan Ulu Belu. Di tengah masyarakat, beliau lebih akrab dan penuh rasa kekeluargaan disapa dengan panggilan “Pak Manurung”.

 

Sebagai Babinkamtibmas, Pak Manurung tidak bersikap kaku atau berjarak, melainkan sangat akrab, luwes, dan berbaur sepenuhnya dengan lingkungan masyarakat setempat. Hal ini terlihat jelas mengingat mayoritas warga Kecamatan Ulu Belu bermata pencaharian sebagai petani kopi, dan Pak Manurung hadir menjadi bagian dari mereka, bukan sekadar petugas yang datang dan pergi.

 

Beliau kerap terlihat turun langsung ke ladang, kebun, dan pemukiman warga. Tidak segan Pak Manurung duduk bersama, berkomunikasi akrab, mendengarkan keluh kesah, hingga memahami langsung berbagai kendala yang dihadapi para petani kopi di sana. Bagi masyarakat, beliau bukan sekadar aparat kepolisian, melainkan sahabat sekaligus pelindung yang selalu ada di tengah-tengah warga.

 

Setiap kali ada kegiatan warga, baik yang bersifat kemasyarakatan, keagamaan, maupun kegiatan terkait pertanian kopi, Pak Manurung hampir dipastikan selalu hadir. Kehadirannya bukan sekadar untuk melaksanakan tugas rutin, namun benar-benar dalam rangka mengayomi, menjaga keamanan, serta membina hubungan yang harmonis dan saling percaya antara kepolisian dan masyarakat.

 

Kedekatan yang terjalin tersebut membuat suasana di wilayah hukum Kecamatan Ulu Belu terasa sangat aman, damai, dan kondusif. Warga pun sangat menghargai kinerja Pak Manurung yang mampu mencontohkan bagaimana seharusnya seorang Babinkamtibmas bertugas: menyatu dengan rakyat, mengenal warga binaan, dan melayani dengan hati.

 

Kinerja dan sikap rendah hati Marnangkok Manurung ini menjadi bukti nyata keberhasilan program penyatuan polisi dan masyarakat, serta menjadi teladan bagi aparat lainnya, bahwa pelayanan yang baik dimulai dari kedekatan, kepedulian, dan kesediaan hadir mendampingi warga, khususnya mereka yang bekerja keras mengais rezeki seperti para petani kopi di Ulu Belu. (Sapri/Rls)