Warta-palapa.com, Pesawaran
Warga Desa Maja, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, mengeluhkan kondisi jalan pintas penghubung Desa Maja Induk menuju Dusun Way Awi dan Maja Pasar yang hingga kini belum juga tersentuh pembangunan selama hampir 20 tahun, Selasa (26/5/2026).
Jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Dusun Way Awi dengan wilayah Desa Maja dan sekitarnya. Dahulu, kondisi jalan itu cukup baik dan ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun kini, kondisi jalan rusak parah dan sulit dilintasi, terutama saat musim hujan.
Warga mengatakan, jalan menjadi licin dan berlumpur ketika digunakan untuk mengangkut hasil panen dari kebun. Selain itu, semak belukar yang tumbuh di sepanjang badan jalan juga semakin memperparah kondisi akses tersebut.
“Kalau hujan turun, jalan ini sangat susah dilalui. Padahal jalan ini penting untuk warga membawa hasil kebun dan aktivitas sehari-hari,” ujar salah satu warga setempat.
Tak hanya digunakan untuk aktivitas ekonomi, jalan itu juga menjadi jalur terdekat bagi anak-anak dari Dusun Way Awi dan Dusun Batu Belah menuju sekolah di Desa Maja, Kecamatan Marga Punduh. Kondisi jalan yang memprihatinkan dinilai dapat membahayakan keselamatan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
Selain sebagai akses pendidikan, jalan tersebut juga menjadi jalur utama masyarakat dalam menjalankan kegiatan sosial dan ekonomi sehari-hari, sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan guna menunjang mobilitas warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait serta anggota DPRD daerah pemilihan Marga Punduh dan Punduh Pidada dapat segera meninjau langsung kondisi jalan tersebut dan menjadikannya sebagai prioritas pembangunan infrastruktur.
“Kami berharap pemerintah dan anggota DPRD yang mengetahui keberadaan jalan ini bisa segera memperhatikan dan memperbaikinya, karena sudah lama sekali belum tersentuh pembangunan,” harap warga.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menantikan perhatian dan tindak lanjut nyata terkait kondisi jalan penghubung yang sudah puluhan tahun belum mendapatkan pembangunan kembali.(Antoni)


