Motif Asmara Berujung Maut, Pelaku Pembunuhan Sadis di Lampung Timur Ditangkap Polisi

Motif Asmara Berujung Maut, Pelaku Pembunuhan Sadis di Lampung Timur Ditangkap Polisi

wartapalapa
Selasa, 02 Juni 2026

  


Warta-palapa.com, Lampung Timur 

Kasus pembunuhan sadis yang menewaskan Tomas Agung Adi Wijaya (25), warga Desa Karya Tani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, pada Senin (1/6/2026), akhirnya berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Lampung Timur. Pelaku diketahui bernama Farul Kurniawan alias FA (22), warga desa yang sama, yang mengaku nekat menghabisi nyawa korban karena dipicu persoalan asmara.


Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, peristiwa berdarah itu bermula saat pelaku menjemput korban sekitar pukul 22.00 WIB. Keduanya diketahui saling mengenal dan sebelumnya memiliki hubungan pertemanan yang baik.


Setelah bertemu, Farul mengajak Tomas berboncengan menggunakan sepeda motor menuju kawasan saluran irigasi di Dusun III, Desa Karya Tani. Lokasi tersebut dikenal cukup sepi, dipenuhi semak belukar serta terdapat sejumlah gubuk kosong bekas perkebunan.


Setibanya di lokasi sekitar pukul 23.15 WIB, keduanya sempat berbincang di tepi saluran irigasi. Namun pembicaraan tersebut diduga berubah menjadi perdebatan terkait persoalan hubungan asmara yang menjadi pemicu utama konflik.


Pertengkaran yang semakin memanas bahkan terdengar oleh warga sekitar. Salah seorang saksi bernama Totok mengaku mendengar suara cekcok dari lokasi kejadian.


Di tengah pertengkaran tersebut, korban sempat terdengar berteriak, “Aku koncomu!” yang berarti “Aku temanmu!”, seolah berusaha menenangkan dan membujuk pelaku agar tidak melakukan tindakan nekat.


Namun, emosi pelaku sudah tidak terkendali. Farul kemudian mengeluarkan senjata tajam yang diduga telah dipersiapkan sebelumnya. Ia langsung menyerang korban secara brutal.


Korban sempat berusaha menangkis serangan sehingga mengalami luka sabetan pada tangan dan lengan. Namun pelaku terus melancarkan serangan yang mengarah ke bagian leher korban.


Akibat serangan bertubi-tubi tersebut, leher korban mengalami luka sangat parah hingga nyaris terputus. Tomas akhirnya terjatuh bersimbah darah dan tidak berdaya.

 


Setelah memastikan korban tergeletak dan tidak bergerak, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor menuju Desa Pulomeranti untuk bersembunyi di rumah seorang rekannya.


Beberapa saat setelah pelaku pergi, saksi Totok memberanikan diri mendekati lokasi. Ia mengaku sempat mendengar suara seperti orang mengorok yang diduga berasal dari korban.


Saat diperiksa, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka serius di sejumlah bagian tubuh dan berlumuran darah. Warga yang berdatangan kemudian segera menghubungi pihak kepolisian.


Petugas bersama warga langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Labuhan Maringgai. Namun tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia akibat luka fatal yang dideritanya.


Mendapat laporan tersebut, tim Satreskrim Polres Lampung Timur bergerak cepat melakukan penyelidikan. Berdasarkan jejak dan keterangan para saksi, keberadaan pelaku berhasil diketahui.


Di bawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada hari yang sama sekitar pukul 16.30 WIB saat bersembunyi di rumah temannya di Desa Pulomeranti.


“Pelaku kami amankan di rumah rekannya. Berdasarkan pemeriksaan awal, masalah asmara menjadi pemicu utama. Saat ini pelaku sudah kami tahan dan masih kami dalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” ujar AKP Boyoh.


Saat ini Farul Kurniawan telah ditahan di Polres Lampung Timur dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Red)