Warta-palapa.com, Tanggamus
Satu minggu setelah pemberitaan dugaan terbengkalainya proyek KPSPAM Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum di Pekon Talang Jawa, Kecamatan Pulau Panggung, belum ada tindakan dari instansi terkait.
Proyek senilai Rp1,2 Miliar dana DAK TA 2025 itu hingga Senin (12/5/2026) masih dalam kondisi mati. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bak penampungan utama masih berdiri di tengah semak belukar. Saluran SR Sambungan Rumah_ juga belum 100% terpasang.
“Sampai sekarang belum ada yang datang ngecek. Air masih mati. Sudah seminggu lebih,” keluh salah satu warga penerima manfaat.
Sebelumnya pada rilis tanggal 4/5/2026, PPTK KPSPAM Pekon Talang Jawa inisial _H_ menyatakan proyek tersebut “sudah beres. Tapi belum serah terima, masih masa pemeliharaan rekanan”.
Pernyataan itu kembali dipertanyakan warga, karena faktanya warga di bagian atas hanya merasakan air hidup 3 hari. Sementara warga di bagian bawah dan ujung pekon mengaku belum pernah sama sekali menerima air.
Informasi yang beredar, pemenang tender proyek ini diduga merupakan perusahaan milik salah satu anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari Partai Golkar.
Kini warga kembali mendesak Dinsos PUPR, Inspektorat dan BPK Kabupaten Tanggamus untuk segera melakukan audit fisik dan keuangan. Mereka juga siap memberikan keterangan yang sebenar-benarnya jika diminta.
“Kami cuma minta airnya jalan. Itu kan uang negara 1,2 Miliar,” ujar warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Dinsos PUPR Kabupaten Tanggamus terkait proyek tersebut. (Sapriadi)


