Warta-palapa.com, Bandar Lampung
Berita baik datang bagi penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Presiden Gerakan Anti Nganggur Nusantara (GANTARA), Sandi Febri Wijaya, menyoroti peluang amat sangat besar dari pengembangan sektor ekonomi hijau dan perdagangan karbon (carbon trading) yang belum banyak dilirik, namun menyimpan potensi masif dalam mengentaskan angka pengangguran secara nasional.
Menurut Sandi Febri Wijaya, Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam yang mampu menyerap emisi karbon, tetapi juga memiliki potensi tenaga kerja muda yang luar biasa besar untuk menggerakkan industri hijau masa depan tersebut.
Peluang Emas untuk Penyerapan Tenaga Kerja
Presiden GANTARA menjelaskan bahwa transisi menuju ekonomi hijau bukan sekadar isu lingkungan, melainkan industri baru yang membutuhkan jutaan tenaga kerja terampil maupun lapangan kerja berbasis komunitas.
Beberapa dampak dan peluang langsung bagi masyarakat, khususnya para pencari kerja, antara lain:
"Penciptaan Green Jobs Baru:" Pembukaan lapangan kerja di bidang rehabilitasi hutan, pengelolaan lahan mangrove, pemantauan karbon berbasis teknologi, hingga administrasi verifikasi kredit karbon.
"Pemberdayaan Ekonomi Daerah:" Proyek-proyek karbon berbasis komunitas (Nature-based Solutions) akan membuka peluang ekonomi bagi pemuda pedesaan, sehingga pengurangan pengangguran tidak hanya berpusat di kota besar.
"Pelatihan dan Peningkatan Keterampilan (Up-skilling):" GANTARA berkomitmen mendorong pelatihan vokasi hijau agar generasi muda Indonesia memiliki keahlian mutakhir yang dilirik pasar kerja global.
"Solusi Nyata Dampak Pengangguran"
Langkah optimis ini diambil GANTARA guna menjawab tantangan bonus demografi agar tidak berubah menjadi beban sosial. Dengan menggarap sektor potensial yang selama ini terabaikan, dampak positifnya akan langsung dirasakan oleh ekonomi keluarga.
"Potensi karbon kita nilainya ratusan triliun rupiah, dan itu bukan sekadar angka di bursa saham, tapi peluang kerja nyata di lapangan. Jika potensi ini dikelola dengan tepat, anak-anak muda kita yang tadinya menganggur bisa menjadi aktor utama pembangunan ekonomi hijau Indonesia," ujar Presiden GANTARA Sandi Febri Wijaya.
Melalui langkah strategis ini, GANTARA optimistis dapat menjadi jembatan antara potensi kekayaan alam Indonesia dan kebutuhan lapangan kerja bagi jutaan masyarakat, sekaligus membawa Indonesia menjadi pemimpin ekonomi berkelanjutan di tingkat dunia. (Atek)

