Warta-palapa.com, Lampung Selatan
Penderitaan yang dialami Nur Aisyah (40), warga Desa Pemulihan, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, belum juga berakhir. Kondisi kesehatannya dilaporkan menurun drastis hingga harus menjalani perawatan di Klinik Bunda Tika, Desa Pemulihan, Minggu (5/7/2026).
Nur Aisyah sebelumnya menghadapi cobaan berat setelah suami dan anaknya ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pengeroyokan. Di tengah proses hukum yang berjalan, ia juga mengaku kehilangan janin yang tengah dikandungnya.
Saat ditemui di klinik, Nur Aisyah mengaku mulai mengalami gangguan kesehatan sejak perkara yang menjerat suami dan anaknya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kalianda. Sejak saat itu, ia harus menjalani aktivitas seorang diri, termasuk mengantarkan makanan serta menjenguk suami dan anaknya yang kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kalianda.
"Saya mulai merasakan sakit ini sejak kasus suami dibawa ke kejaksaan. Saya harus menjenguk suami dua kali dalam seminggu. Waktu itu saya sempat mengeluh kepada suami bahwa kepala saya sering berdenyut dan pusing, tapi saya tetap berusaha bertahan dan berpikir harus kuat menjalani hidup sendirian tanpa mereka," ujar Nur Aisyah.
Menurutnya, pada Minggu pagi ia tetap berusaha bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menyiapkan biaya untuk menjenguk keluarganya pada keesokan hari. Ia pergi ke sawah untuk membersihkan rumput di tanaman padi, namun kondisi kesehatannya kembali memburuk.
"Saya berusaha mengabaikan rasa sakit saat di sawah, tapi akhirnya tidak kuat menahan pusing dan mual. Saya pulang ke rumah adik yang paling dekat. Setelah minum air hangat, saya mencoba pulang ke rumah sendiri, tetapi sesampainya di rumah malah semakin parah dan muntah-muntah. Akhirnya saya minta tolong adik bungsu mengantarkan saya ke Klinik Bunda Tika," tuturnya.
Di tengah kondisi fisik dan mental yang terus menurun, Nur Aisyah berharap ada perhatian dari pemerintah daerah. Ia memohon kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, agar dapat membantu mencarikan solusi terbaik terkait persoalan hukum yang dihadapi suami dan anaknya.
"Saya hanya bisa memohon kepada Bapak Bupati yang terhormat. Tolonglah bantu cari solusi terbaik untuk kasus suami dan anak saya. Saya sudah tidak sanggup lagi menanggung beban ini sendirian," ucapnya dengan haru.
Hingga berita ini ditulis, proses hukum terhadap suami dan anak Nur Aisyah masih berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, Nur Aisyah masih menjalani perawatan medis akibat kondisi kesehatannya yang menurun. (Mrl)


