Polsek Wonosobo dan Polres Tanggamus Selidiki Dugaan Keracunan Bubur -->

Polsek Wonosobo dan Polres Tanggamus Selidiki Dugaan Keracunan Bubur

wartapalapa
Rabu, 22 Juli 2026

  


Warta-palapa.com, Tanggamus

Polsek Wonosobo bersama Polres Tanggamus melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan massal yang dialami puluhan warga Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, usai mengonsumsi bubur sumsum yang dijual pedagang keliling. Selain menyelidiki penyebab kejadian, tim juga melakukan langkah antisipasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.


Kapolsek Wonosobo Polres Tanggamus, Iptu Primadona Laila, S.H., mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa tersebut mulai diketahui pada Rabu (22/7/2026) setelah warga melaporkan banyak masyarakat mengalami keluhan sakit perut, mual, muntah, diare, dan lemas usai mengonsumsi bubur sumsum yang dijual keliling oleh inisial J (42), warga setempat.


"Korban diduga mengonsumsi bubur sumsum yang dijual pedagang keliling pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di wilayah Pekon Dadimulyo. Beberapa jam setelah mengonsumsi bubur tersebut, warga mulai merasakan gejala yang sama hingga akhirnya mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan. Berdasarkan keterangan penjual, bubur sumsum yang dibawanya pada hari itu habis terjual sekitar 100 cup," kata Iptu Primadona Laila mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.


Kapolsek menyebut, atas informasi itu, pihaknya bersama Camat Wonosobo, Danramil Wonosobo, UPTD Puskesmas Wonosobo, serta Tim Penyelidikan Epidemiologi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal, pendataan korban, sekaligus menyelidiki penyebab kejadian.


"Berdasarkan hasil identifikasi dan pendataan korban hingga Rabu (22/7/2026) pukul 15.00 WIB, terdapat 55 warga yang mengalami gejala diduga keracunan, terdiri dari 54 warga Pekon Dadimulyo dan 1 warga Pekon Sudimoro. Sebanyak 49 orang telah dinyatakan sehat setelah mendapatkan penanganan dari dokter Puskesmas Wonosobo dan bidan desa, sedangkan 6 orang masih menjalani perawatan di puskesmas rujukan," ujarnya.


Dalam penanganan kejadian tersebut, lanjut Kapolsek, Polsek Wonosobo bersama Satreskrim Polres Tanggamus telah melakukan sejumlah langkah kepolisian, di antaranya deteksi dini terhadap warga yang terindikasi keracunan, mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, serta melakukan pemantauan di lapangan bersama aparat pekon.


"Kami juga terus memonitor perkembangan kondisi warga yang terdampak serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun kemungkinan munculnya keresahan di lingkungan sekitar," bebernya.


Kapolsek mengungkapkan, saat ini terdapat 6 warga yang masih menjalani perawatan. Di Puskesmas Sanggi, yakni Daminem Astuti (41), Nurmaini (44), dan Yeni Angraini (34). Sementara di Puskesmas Siring Betik, yakni Rini Selpiyan (14), Wagiyem (66), dan Pariyah (51).

 


"Berdasarkan keterangan pihak medis, kondisi keenam korban semakin membaik dan terus dilakukan pemantauan secara intensif oleh tenaga kesehatan," bebernya.


Ke depan, Polsek Wonosobo akan terus melakukan pemantauan terhadap warga yang mengalami gejala keracunan, mendeteksi perkembangan situasi di lingkungan sekitar, serta melaporkan setiap perkembangan kepada pimpinan.


"Selain itu, Bhabinkamtibmas diminta rutin menyambangi keluarga korban, sementara Unit Samapta akan meningkatkan patroli dialogis di wilayah Pekon Dadimulyo guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif," ungkapnya.


Iptu Primadona Laila menambahkan, penyelidikan masih berlangsung. Karena bubur sumsum yang diduga dikonsumsi warga telah habis terjual, petugas mengamankan bahan baku yang digunakan untuk membuat bubur, yakni tepung terigu, tepung beras, susu, tepung maizena, sekoteng, pasta pandan, santan, air rebusan, dan gula merah. Seluruh bahan tersebut dibawa petugas Puskesmas Siring Betik untuk dilakukan pemeriksaan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).


"Kami bersama Dinas Kesehatan melakukan pengecekan di lapangan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Kami juga mendalami apakah ada unsur pidana dalam peristiwa ini," imbuhnya.


Kapolsek mengimbau masyarakat tidak terpancing isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya maupun melakukan tindakan yang dapat mengganggu proses penyelidikan.


"Kami meminta masyarakat tetap tenang. Percayakan penanganan kasus ini kepada petugas. Prioritas kami saat ini memastikan seluruh korban tertangani dengan baik sekaligus mengungkap penyebab kejadian tersebut," pungkasnya. (Sapriadi)