Ribuan Warga Padati Tugu Adipura Nobar Final Piala Dunia 2026, Danrem: Sepak Bola Pemersatu Masyarakat -->

Ribuan Warga Padati Tugu Adipura Nobar Final Piala Dunia 2026, Danrem: Sepak Bola Pemersatu Masyarakat

wartapalapa
Minggu, 19 Juli 2026

  


Warta-palapa.com, Bandar Lampung

Ribuan masyarakat memadati kawasan Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, pada Minggu malam (19/7/2026) untuk menyaksikan pertandingan final Piala Dunia 2026 melalui layar lebar. Sejak pukul 23.00 WIB, suasana penuh semangat dan sorak sorai mewarnai kegiatan nonton bareng (nobar) laga final antara Spanyol dan Argentina yang berlangsung meriah serta menjadi ajang pemersatu masyarakat.


Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, di antaranya Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Pangdam, Kapolda, serta unsur Forkopimda lainnya. Kehadiran para pimpinan daerah yang berbaur bersama masyarakat menciptakan suasana akrab dan penuh kebersamaan.


Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki mengatakan, kegiatan nobar tersebut bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi sosial, serta menumbuhkan semangat persatuan melalui olahraga.


"Melalui nonton bareng ini, kita ingin membangun suasana yang harmonis. Sepak bola adalah olahraga yang digemari semua kalangan dan mampu menjadi sarana pemersatu," ujar Danrem.


Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Momentum final Piala Dunia menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati hiburan bersama sekaligus mempererat rasa persaudaraan.

  


Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana turut mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir memadati kawasan Tugu Adipura. Ia mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan, serta saling menghormati selama kegiatan berlangsung hingga pertandingan usai.


Sementara itu, pesan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengajak masyarakat menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga persatuan meskipun memiliki pilihan tim yang berbeda.


"Malam ini kita boleh berbeda menjagokan Spanyol atau Argentina, tetapi setelah pertandingan usai jangan sampai ada keributan hanya karena perbedaan pilihan. Menang dan kalah adalah hal yang biasa, sedangkan persatuan harus tetap kita jaga," pesannya.


Di bawah langit malam Kota Bandar Lampung, ribuan masyarakat tampak larut dalam euforia pertandingan. Perbedaan warna jersey dan dukungan terhadap tim favorit melebur dalam satu semangat kebersamaan. Sorak sorai, tawa, hingga ketegangan sepanjang pertandingan menjadi gambaran bahwa olahraga mampu menghadirkan persatuan di tengah keberagaman.


Kegiatan nonton bareng final Piala Dunia 2026 tersebut menjadi cerminan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Lampung yang selaras dengan falsafah Sai Bumi Ruwa Jurai. Lebih dari sekadar menyaksikan laga sepak bola, momentum ini menjadi ruang mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan, serta menjaga harmoni di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. (Marli)