Warta-palapa.com, Bandar Lampung
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Wiyadi, SP., MM, menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di kawasan wisata Lengkung Langit, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini diikuti masyarakat Kecamatan Kemiling bersama pengurus dan anggota Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Bandar Lampung sebagai upaya memperkuat pemahaman ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, serta komitmen terhadap persatuan dan demokrasi Indonesia.
Acara dipandu oleh Melinda, S.Sos., MM sebagai moderator dengan menghadirkan dua narasumber, yakni mantan Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Suheli, SH, serta Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Palgunadi, S.TP.
Mengawali kegiatan, Wiyadi mengajak seluruh peserta mengucapkan "Salam Pancasila" yang dijawab serentak oleh hadirin. Suasana penuh semangat nasionalisme tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pemersatu bangsa.
Pada kesempatan itu, Wiyadi juga memberikan apresiasi berupa dukungan penunjang administrasi kepada seluruh pengurus PAC PDI Perjuangan se-Kota Bandar Lampung sebagai bentuk perhatian terhadap penguatan organisasi di tingkat akar rumput.
Dalam sambutannya, Wiyadi menegaskan bahwa disiplin organisasi merupakan fondasi utama dalam menjalankan roda partai. Menurutnya, seluruh pengurus dan kader PDI Perjuangan harus menjunjung tinggi aturan organisasi sebagai pedoman dalam menjalankan tugas politik maupun pengabdian kepada masyarakat.
"Pengurus dan kader harus selalu menaati aturan partai sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat," tegas Wiyadi.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga soliditas organisasi serta mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta kehidupan yang harmonis, demokratis, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong.
Sementara itu, Suheli menjelaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup bangsa Indonesia yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Menurutnya, pengamalan Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati antarumat beragama, menjaga persatuan di tengah keberagaman, mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
"Nilai-nilai Pancasila harus menjadi karakter masyarakat Indonesia sehingga mampu menjaga persatuan dan menghadapi berbagai tantangan kebangsaan," ujarnya.
Pada sesi berikutnya, Palgunadi memaparkan materi mengenai sistem demokrasi Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ia menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat sehingga seluruh aspirasi masyarakat harus dihormati dan diperjuangkan melalui mekanisme demokrasi yang konstitusional.
Palgunadi juga menjelaskan sistem kepemimpinan di tubuh PDI Perjuangan yang dijalankan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Menurutnya, setiap keputusan organisasi wajib dilaksanakan secara disiplin sesuai mekanisme yang telah ditetapkan demi menjaga soliditas serta arah perjuangan partai.
"Kedisiplinan organisasi menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kekompakan partai sekaligus memastikan perjuangan politik tetap berjalan sesuai ideologi dan cita-cita partai," jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi dialog antara narasumber dan peserta. Masyarakat maupun kader PDI Perjuangan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pandangan serta pertanyaan mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila, sistem demokrasi, hingga peran organisasi politik dalam memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) ini, diharapkan masyarakat bersama seluruh kader PDI Perjuangan semakin memahami pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjaga persatuan bangsa, serta memperkuat komitmen terhadap demokrasi yang berlandaskan konstitusi demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan berdaulat. (Marli)


