Dedi Yuginta Gelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan -->

Dedi Yuginta Gelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

wartapalapa
Minggu, 09 Agustus 2026

 

Warta-palapa.com, Bandar Lampung

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Dedi Yuginta, SE., M.Si., menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Jalan Nakip, Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Minggu (9/8/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin pesat.


Sosialisasi dimoderatori Zulkarnain dengan menghadirkan dua narasumber, yakni aktivis pendidikan Provinsi Lampung Taufik Hidayatullah, S.Pd., serta mantan anggota DPRD Kota Bandar Lampung Rahmat Navindra.


Dalam pemaparannya, Taufik Hidayatullah menyoroti adanya indikasi semakin terkikisnya nilai-nilai Pancasila di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi.


Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, namun juga harus diimbangi dengan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


“Perkembangan teknologi sangat pesat. Karena itu, ada indikasi nilai-nilai Pancasila mulai terkikis. Untuk itu, pemerintah melalui DPRD melaksanakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan,” jelas Taufik.


Ia kemudian menjelaskan lima sila Pancasila dan pentingnya menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


Taufik menekankan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara yang dihafalkan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari, seperti menjaga persatuan, menghormati perbedaan, mengedepankan musyawarah serta menjunjung tinggi keadilan sosial.


Sementara itu, Rahmat Navindra menyampaikan materi mengenai wawasan kebangsaan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai upaya yang dapat memecah persatuan bangsa.

 


Rahmat memberikan gambaran sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, pada masa penjajahan, berbagai cara dilakukan untuk memecah belah bangsa Indonesia agar tidak bersatu dalam melawan penjajah.


“Dulu penjajah berusaha memecah belah bangsa dengan berbagai cara. Karena itu, jangan sampai setelah Indonesia merdeka kita justru mudah terpecah karena perbedaan,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai identitas dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.


Dalam kesempatan tersebut, Rahmat juga mengingatkan masyarakat mengenai empat konsensus kebangsaan yang menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Menurutnya, keempat konsensus tersebut harus terus dipahami dan diamalkan, khususnya oleh generasi muda yang saat ini sangat dekat dengan perkembangan teknologi dan media sosial.


Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dedi Yuginta berharap masyarakat dapat semakin memahami pentingnya Pancasila dan wawasan kebangsaan serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Pemahaman tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi dan mencegah munculnya berbagai bentuk perpecahan di tengah masyarakat.


Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Masyarakat yang hadir juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pandangan terkait penerapan nilai-nilai Pancasila serta wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. (Marli)