Warta-palapa.com, Pesawaran
Sejumlah warga RT 005, Dusun Gebang Hilir, Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, dilaporkan menderita demam dengan gejala yang mengarah pada Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan, berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, terdapat warga yang juga terindikasi menderita malaria.
Sejumlah warga yang mengalami keluhan sakit tersebut diketahui menjalani perawatan di Rumah Sakit Restu Bunda. Pihak rumah sakit kemudian menyampaikan surat laporan kepada Pemerintah Desa Gebang terkait banyaknya warga yang dirawat dengan gejala DBD dan penyakit malaria.
Mendapat laporan tersebut, Pemerintah Desa Gebang langsung mengambil langkah cepat. Kepala Desa Gebang, Anik Rekayani, S.Pd.I, bersama aparatur desa menggelar rapat koordinasi untuk membahas langkah penanganan dan pencegahan agar penyakit tersebut tidak semakin meluas.
Anik Rekayani selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, untuk melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk dan fogging secara merata di wilayah Gebang Hilir.
Fogging diharapkan dapat dilakukan di seluruh enam dusun, mulai dari Dusun 1 hingga Dusun 6, sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
“Kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Hanura setelah menerima laporan adanya warga yang dirawat dengan gejala DBD, bahkan ada yang terkena malaria. Kami berharap fogging dapat dilakukan secara merata di enam dusun yang ada di Gebang Hilir agar tidak menyebar ke wilayah lainnya,” ujar Anik, Senin (24/8/2026).
Selain meminta dilakukan fogging, Anik juga mengimbau seluruh masyarakat Desa Gebang untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu dapat memicu munculnya berbagai jenis penyakit sehingga masyarakat diminta lebih waspada.
Khusus untuk pencegahan DBD, masyarakat diharapkan menjalankan gerakan 3M, yakni menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air secara rutin, serta mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menampung air dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Sementara itu, untuk mencegah gigitan nyamuk yang berpotensi menularkan malaria, masyarakat juga disarankan menggunakan kelambu, terutama saat beristirahat atau tidur.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan anjuran dari Dinas Kesehatan. Jangan sampai ada tempat yang menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk. Untuk pencegahan malaria, masyarakat juga kami sarankan menggunakan kelambu,” kata Anik.
Ia berharap pihak Puskesmas Hanura dapat kembali melakukan fogging sebagai langkah lanjutan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit di wilayah Desa Gebang.
“Harapan kami selaku Pemerintah Desa Gebang, fogging dapat dilakukan kembali dan secara merata agar masyarakat merasa lebih aman dan penyebaran penyakit dapat dicegah,” pungkasnya. (Hadi)



