Warta-palapa.com, Lampung Barat
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memaparkan sejumlah capaian pembangunan sekaligus tantangan yang masih harus dihadapi daerah dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Kabupaten Lampung Barat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Lampung Barat dalam rangka HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat Tahun 2026 yang digelar di Ruang Maghgasana DPRD Lampung Barat, Rabu, 23 September 2026.
Dalam pidatonya, Parosil mengatakan peringatan HUT ke-35 bukan sekadar seremoni bertambahnya usia daerah, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan pembangunan, mensyukuri berbagai capaian, sekaligus mengevaluasi pekerjaan yang masih menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat.
“Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama” menjadi tema HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat. Tema tersebut, menurut pemerintah daerah, mencerminkan nilai persatuan, kebersamaan, gotong royong, kerukunan serta semangat untuk membangun daerah secara bersama-sama.
Parosil menyebut pembangunan Lampung Barat diarahkan melalui visi “Lampung Barat Hebat dan Setia Menuju Indonesia Emas 2045” sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Lampung Barat Tahun 2025-2029.
Sejumlah indikator makro pembangunan juga dipaparkan. Pada 2025, angka kemiskinan Lampung Barat tercatat 9,93 persen, turun dari 10,68 persen pada tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga disebut turun menjadi 31.230 jiwa atau berkurang sekitar 2.200 jiwa.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Lampung Barat pada 2025 mencapai 5,45 persen atau meningkat 1,09 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih menjadi penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi 44,09 persen terhadap PDRB atas dasar harga berlaku.
Sementara itu, beberapa sektor lain juga menunjukkan pertumbuhan, antara lain industri pengolahan sebesar 11,84 persen, konstruksi 11,57 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,12 persen.
Nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada 2025 tercatat Rp10,733 triliun, meningkat dari Rp9,90 triliun pada 2024. Pendapatan per kapita juga mencapai Rp33,77 juta per kapita per tahun.
Pada sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Barat pada 2025 mencapai 73,14 poin, meningkat dari 72,41 poin pada tahun sebelumnya. Dalam pidato tersebut disebutkan, angka itu menempatkan Lampung Barat pada urutan keenam di Provinsi Lampung.
Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 berada di angka 2,11 persen atau sekitar 4.000 jiwa. Pemerintah daerah menyebut angka tersebut sebagai tingkat pengangguran terbuka terendah di Provinsi Lampung.
Raih Sejumlah Penghargaan
Selain capaian indikator pembangunan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga mencatat sejumlah penghargaan selama periode 2025-2026.
Di antaranya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-16 secara berturut-turut, Kabupaten Ter-Inovatif kategori Inheren Tahun 2025 dalam Innovative Government Award (IGA), serta penghargaan di bidang pelayanan KB, pelayanan perizinan dan percepatan berusaha.
Lampung Barat juga tercatat masuk dalam 125 event terpilih Karisma Event Nusantara 2026, meraih kategori informatif dalam Keterbukaan Informasi Publik 2025, serta berbagai penghargaan lainnya.
Di tingkat pekon, sejumlah wilayah juga mendapatkan apresiasi. Lima pekon, yakni Pekon Sedampah Indah, Way Empulau Ulu, Padang Tambak, Suka Jaya dan Bandar Agung disebut masuk kategori Desa Mandiri Baru.
Sementara Pekon Sukabumi, Banding Agung, Suka Makmur, Mekar Sari, Lombok Selatan, Suka Maju, Balak, Sukarame dan Ringin Sari masuk klasifikasi Pekon Swasembada.
Beasiswa hingga Program MBG
Dalam bidang pendidikan dan kesehatan, pemerintah daerah juga memaparkan sejumlah program yang telah direalisasikan.
Program tersebut antara lain beasiswa S1 PGSD untuk 30 orang, beasiswa S1 Kewirausahaan sebanyak 30 orang, beasiswa Politeknik Transportasi Darat (POLTRADA) Bali untuk lima orang, serta bantuan seragam dan tas gratis bagi 5.957 siswa SD/MI dan 4.828 siswa SMP/MTs.
Di bidang kesehatan, pemerintah daerah menyebut telah memberikan beasiswa dokter umum kepada 11 orang dan dokter gigi kepada tiga orang.
Sejumlah penerima beasiswa kedokteran disebut telah menyelesaikan pendidikan dan kini mengabdi sebagai tenaga kesehatan di Lampung Barat.
Sementara di sektor ekonomi, pemerintah menyebut telah terbentuk 135 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dengan 87 gerai telah terbangun dan 48 gerai di antaranya telah mencapai pembangunan 100 persen.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu program yang dipaparkan. Hingga saat ini, disebut telah terbentuk 29 SPPG yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dengan jumlah penerima manfaat mencapai 84.625 orang dan menyerap 1.161 tenaga kerja.
Infrastruktur dan Tata Kelola
Di bidang infrastruktur, tingkat kemantapan jalan disebut mencapai 59,50 persen. Sementara irigasi baik mencapai 58,47 persen, sanitasi sehat 97,91 persen dan akses air minum layak 89,43 persen.
Dalam tata kelola pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyebut nilai indeks Reformasi Birokrasi mencapai 72,47 dengan predikat BB. Sedangkan nilai SAKIP mencapai 67,48 dengan predikat B.
Pemerintah daerah juga menyebut telah menyediakan 473 unit sarana berupa tong sampah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebersihan lingkungan.
Di bidang keagamaan, pada 2026 pemerintah daerah memberikan bantuan kepada 136 marbot, 136 imam, 272 guru ngaji, sembilan hafiz Al-Qur’an serta bantuan untuk rumah ibadah.
Sementara Indeks Kerukunan Umat Beragama Lampung Barat pada 2025 disebut mencapai 90,50 poin dengan predikat sangat tinggi.
Tidak Hanya Mengandalkan APBD
Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, Parosil mengakui kemampuan fiskal daerah memiliki keterbatasan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mencari sumber pendanaan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Lampung.
Sumber pendanaan tersebut antara lain Dana Alokasi Khusus (DAK), dana bagi hasil, program kementerian/lembaga, dukungan melalui Instruksi Presiden serta APBD Provinsi Lampung.
Pada 2025, Lampung Barat memperoleh dukungan Program PAMSIMAS di Pekon Sukaraja, Tembelang dan Ringin Jaya senilai Rp1,6 miliar. Program tersebut disebut menjangkau sekitar 1.474 jiwa, 385 keluarga dan menghasilkan 303 sambungan rumah.
Untuk 2026, Lampung Barat memperoleh pagu Rp7,8 miliar melalui program PISEW, PAMSIMAS dan SANIMAS yang tersebar di 17 lokasi.
Di sektor perumahan, melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pada 2025 telah dilakukan peningkatan kualitas 312 rumah dengan nilai Rp6,24 miliar. Sedangkan pada 2026 dialokasikan Rp8,88 miliar untuk 444 rumah.
Ukuran Pembangunan Bukan Sekadar Anggaran
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menyiapkan inovasi berupa “Penghargaan Pembangunan Pekon”. Program tersebut ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada pekon yang mampu menunjukkan kinerja dalam merencanakan, melaksanakan dan mengawal pembangunan secara partisipatif, inovatif, transparan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam pidatonya, Parosil menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari besarnya anggaran yang dibelanjakan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, kerukunan dan kondusivitas daerah serta memperkuat semangat gotong royong.
Memasuki usia ke-35, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama” menjadi semangat yang diusung untuk melanjutkan pembangunan Lampung Barat secara bersama-sama.(adv)

