Warta-palapa.com, Bandar Lampung
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Sri Ningsih, SH., mengajak masyarakat memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kerukunan dan menggunakan media sosial secara bijak.
Pesan tersebut disampaikan Sri Ningsih saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di wilayah Sukarame, Kota Bandar Lampung, Selasa (29/9/2026) pagi.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Palgunadi, STP., Sekretaris DPD I PDI Perjuangan Provinsi Lampung sekaligus mantan anggota DPRD Provinsi Lampung, serta H. Hambali, mantan anggota DPRD Kota Bandar Lampung periode 2014–2019. Juga di hadiri oleh warga dari tiga kecamatan, Sukarame, Sukabumi dan Tanning Senang.
Kegiatan diawali dengan doa yang diimami Muhammad Nurdin, S.Sos.I. Acara kemudian dimoderatori Anwar, mantan Lurah Sukarame.
Dalam sambutannya, Sri Ningsih juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.
Ia meminta warga tidak terburu-buru menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Gunakan media sosial dengan baik. Jangan sampai ada berita yang belum tentu benar sudah kita sebarkan. Dampaknya kita bisa terkena UU ITE," kata Sri Ningsih.
Ia berharap kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus mendorong terciptanya kehidupan bermasyarakat yang rukun, santun dan bertanggung jawab.
Dalam pemaparannya, Palgunadi menjelaskan penerapan nilai Pancasila, khususnya sila keempat, dalam proses pengambilan keputusan dan pemilihan di internal organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, setiap hasil pemilihan harus diterima dengan sikap legowo. Sebab, dalam sebuah proses pemilihan terdapat pihak yang menerima maupun yang belum menerima hasilnya.
"Apapun yang dihasilkan dalam pemilihan, ada yang suka dan ada yang tidak suka. Tetapi kita harus legowo sesuai hasil pemilihan," ujar Palgunadi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kerukunan keluarga dan lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi berbagai tantangan kehidupan ke depan.
Palgunadi turut mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang dapat merugikan masa depan.
"Jaga dan awasi anak-anak kita, jangan sampai terlibat tawuran dan narkoba," tegasnya.
Sementara itu, H. Hambali menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, terutama yang berkaitan dengan sila pertama dan kedua.
Menurutnya, nilai agama, kemanusiaan, sopan santun dan etika perlu ditanamkan sejak dini karena menjadi fondasi pembentukan karakter generasi muda.
"Kuncinya di keluarga, tentang nilai-nilai sopan santun dan etika. Etika anak muda saat ini sangat kurang. Untuk itu kita harus lebih menumbuhkan pendidikan, etika dan sopan santun sejak dini," jelas Hambali.
Ia mengatakan, pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan juga mengajarkan masyarakat untuk menghargai kehidupan serta sesama manusia.
Lebih lanjut, Hambali menjelaskan bahwa sila ketiga dan keempat memiliki keterkaitan dengan semangat nasionalisme dan demokrasi.
Menurutnya, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya merupakan salah satu bentuk ekspresi kecintaan terhadap tanah air. Sementara nilai sila keempat diwujudkan melalui pelaksanaan demokrasi berdasarkan musyawarah.
"Demokrasi kita adalah demokrasi Pancasila dengan asas musyawarah. Demokrasi Pancasila adalah demokrasi perwakilan," ujarnya. (Marli)



