Wiwik Anggraini Ajak Warga Jagabaya Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari -->

Wiwik Anggraini Ajak Warga Jagabaya Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

wartapalapa
Rabu, 30 September 2026

  


Warta-palapa.com Bandar Lampung

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Hj. Wiwik Anggraini, SH., mengajak masyarakat memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat.


Pesan tersebut disampaikan Wiwik saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Jalan Pulau Bacan, Gang Sayur, Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Rabu (30/9/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri warga Kelurahan Jagabaya serta Kepala Lingkungan 3 Jagabaya. Hadir sebagai narasumber, Widya Rizki Eka Putri, S.E., M.S.Ak., Ak., dosen Universitas Lampung (Unila), dan Tomi Pendana Putra, SH., MH., advokat. Kegiatan dimoderatori Suheli, SH., mantan Anggota DPRD Kota Bandar Lampung periode 2014–2019.


Dalam sambutannya, Wiwik Anggraini menegaskan bahwa pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan penting dilakukan agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


“Nilai-nilai Pancasila harus kita implementasikan mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat. Keeratan, kebersamaan dan gotong royong harus terus kita jaga,” ujar Wiwik.


Wiwik yang juga menjabat sebagai Ketua Kaukus Lampung serta memasuki periode ketiga sebagai Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dan Bendahara Fraksi PDI Perjuangan tersebut, menilai semangat gotong royong menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan Pancasila.


Sementara itu, narasumber Widya Rizki Eka Putri menjelaskan tentang Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

 


Menurutnya, kegiatan PIP-WK menjadi penting di tengah kondisi ketika pemahaman terhadap ideologi Pancasila dinilai perlu terus diperkuat.


“Pancasila adalah dasar, sedangkan UUD 1945 merupakan turunannya dalam kehidupan bernegara,” jelasnya.


Ia juga memberikan sejumlah contoh penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara, termasuk pentingnya memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran serta terus dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.


Widya juga menekankan bahwa prinsip kesetaraan di hadapan hukum merupakan bagian penting dalam kehidupan bernegara. Setiap warga negara harus memperoleh perlakuan yang sama tanpa membedakan latar belakang.


Sedangkan Tomi Pendana Putra menjelaskan bahwa Pancasila merupakan dasar sekaligus falsafah dan ideologi bangsa dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.


Menurutnya, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu menghindari berbagai hal yang dapat merusak kehidupan sosial, seperti penyalahgunaan narkoba dan pinjaman online yang tidak sehat.

 


Tomi juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi melalui media sosial.


“Kita harus memfilter informasi yang kita terima, memastikan kebenarannya sebelum kemudian disebarkan melalui media sosial,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut juga berlangsung diskusi. Kepala Lingkungan menyampaikan aspirasi terkait pembangunan yang diharapkan dapat dilakukan secara merata di berbagai wilayah.


Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat di Jagabaya terdiri dari berbagai agama dan suku. Meski memiliki keberagaman, kehidupan masyarakat selama ini berlangsung damai dan rukun.


Wiwik Anggraini mengapresiasi kondisi tersebut. Menurutnya, kerukunan antarumat beragama dan keberagaman masyarakat di Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Way Halim, dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya.


“Keberagaman yang ada di Jagabaya harus terus kita rawat. Kerukunan dan gotong royong seperti ini merupakan bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (Marli)