Warta-palapa.com, Bandar Lampung
Personel Babinsa Kelurahan Sukabumi bersama aparat terkait, aparatur kelurahan, Linmas, dan warga masyarakat bergotong royong memadamkan kebakaran lahan kosong yang terjadi di perbukitan milik PT Buleza, Jalan P. Tirtayasa RT 01 LK 3, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Kamis (1/10/2026).
Kebakaran yang menghanguskan lahan semak belukar seluas kurang lebih 300 meter persegi tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Hambali (41), warga Perumahan Sabah Balau Indah, yang melihat kepulan asap dari arah bukit pada pukul 08.00 WIB. Lokasi titik api yang berada sekitar 500 meter dari kaki bukit dan tidak dapat diakses kendaraan membuat upaya pemadaman harus dilakukan secara manual.
Babinsa Kelurahan Sukabumi yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi bersama aparat terkait, Bapak Akhbar (Parhendra RT 01), Bapak Jimmy, anggota Linmas, serta warga setempat. Dengan peralatan seadanya, tim gabungan bahu-membahu memadamkan api yang membakar semak belukar di lereng bukit.
"Karena medan yang sulit dan tidak ada akses kendaraan, kami bersama warga melakukan pemadaman secara manual. Alhamdulillah, api dapat dikendalikan," ujar Babinsa di lokasi kejadian.
Proses pemadaman yang dimulai sejak siang hari akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 13.30 WIB dalam keadaan tertib dan lancar. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun luka. Tim juga telah mencatat identitas dan keterangan dari saksi-saksi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan pendapat pelapor, kebakaran lahan kosong ini diduga dipicu oleh faktor kelalaian manusia, seperti pembakaran sampah, puntung rokok, atau penyebab lain yang masih memerlukan penyelidikan pihak terkait. Peristiwa ini berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar serta menimbulkan pencemaran udara apabila tidak segera ditangani.
Babinsa menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau. Pengawasan dan sosialisasi kepada warga akan terus dilakukan guna mencegah terjadinya kejadian serupa. (Marli)


