Warta-palapa.com, Bandar Lampung –
Penasehat Rabithah Alawiyah Lampung Habib Zen Smith menghadiri acara Maulid Akbar yang diselenggarakan Majelis An Nur di bawah pimpinan Habib Umar Al Haddad, di Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung, Sabtu (17/10/2026) malam.
Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri lebih dari 1.000 jamaah, para ulama, habaib, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung.
Maulid Akbar ini menghadirkan dua penceramah, yakni KH Shofiyullah Alawi dan Habib Sawgi Al Muhdhar, Lc., M.A., yang menyampaikan tausiah keagamaan untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dalam sambutannya, Habib Zen Smith mengajak seluruh jamaah untuk mensyukuri keberkahan majelis ilmu dan menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap keluarga, khususnya orang tua.
“Malam ini kita hadir penuh dengan keberkahan. Kita duduk mendapat pahala, kita pulang mendapat keberkahan,” ujar Habib Zen di hadapan jamaah.
Ia menegaskan, salah satu kunci kebahagiaan hidup adalah membahagiakan orang tua. Menurutnya, berbakti kepada orang tua merupakan amalan penting yang harus diwujudkan melalui sikap hormat, kasih sayang, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita mau bahagia, bahagiakan orang tua kita, senangkan orang tua kita. Baru kita diangkat derajatnya sama Allah SWT, karena doa yang paling dikabulkan oleh Allah yaitu doa orang tua,” tuturnya.
Habib Zen juga mengajak jamaah untuk mulai memperbaiki hubungan dengan orang tua, termasuk dengan membiasakan diri mencium tangan dan meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan.
“Mulai malam ini, lakukan cium tangan orang tua dan minta maaf. Kalau kita ada rezeki, yang utama beri orang tua,” pesannya.
Selain menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua, Habib Zen mengingatkan jamaah agar menjauhi sifat sombong. Ia menilai kesombongan dapat membawa kerugian bagi diri sendiri, sehingga setiap orang hendaknya senantiasa menjaga kerendahan hati dan menghormati sesama.
“Jangan menanamkan sifat kesombongan. Semakin kita sombong, hancur kita. Dengan ilmu, kita saling menghargai,” tegasnya.
Menurut Habib Zen, ilmu dan pemahaman agama semestinya menjadi landasan untuk membangun sikap saling menghormati, mempererat persaudaraan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Melalui kegiatan Maulid Akbar tersebut, jamaah diharapkan tidak hanya memperoleh keberkahan dari majelis selawat dan tausiah, tetapi juga mampu mengamalkan pesan-pesan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam berbakti kepada orang tua, menjaga akhlak, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. (Marli)



