HUT Badan Karantina Indonesia ke-149 Digelar di SMKN 6 Bandar Lampung, Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dunia Kerja -->

HUT Badan Karantina Indonesia ke-149 Digelar di SMKN 6 Bandar Lampung, Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dunia Kerja

wartapalapa
Kamis, 08 Oktober 2026

  


Warta-palapa.com, Bandar Lampung 

Semangat kolaborasi antara dunia pendidikan dan Badan Karantina Indonesia mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Karantina Indonesia ke-149 yang digelar di SMKN 6 Bandar Lampung, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, Kamis (8/10/2026).


Mengusung visi “Quarantine Goes to School” dengan moto “Dari Penjaga Gerbang ke Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum peringatan hari jadi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan zaman.


Kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan Drum Corps Gita Taruna Bahari, Colonel Senapan, serta Joget Komando yang menjadi salah satu ciri khas sekaligus kebanggaan SMKN 6 Bandar Lampung.


Penampilan para siswa tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Balai Karantina Provinsi Lampung drh. Donni Muksydayan, M.Si., jajaran Badan Karantina Indonesia, serta para tamu undangan yang hadir.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Karantina Provinsi Lampung drh. Donni Muksydayan, M.Si., beserta jajaran, perwakilan Wali Kota Bandar Lampung Ansori, Kepala SMKN 6 Bandar Lampung Hadi Suwarno, A.Pi., M.Si., beserta jajaran.


SMKN 6 Bandar Lampung juga menjadi pusat pelaksanaan kegiatan setelah pihak sekolah memfasilitasi tempat untuk penyelenggaraan HUT Badan Karantina Indonesia ke-149.


Dalam sambutannya, Kepala Balai Karantina Provinsi Lampung drh. Donni Muksydayan, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala SMKN 6 Bandar Lampung yang telah memberikan fasilitas dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

 


Donni menjelaskan, sejarah karantina di Indonesia telah berlangsung sejak masa penjajahan Belanda. Salah satu latar belakang penerapan karantina adalah untuk mencegah masuknya penyakit atau organisme pengganggu yang dapat membahayakan komoditas yang didatangkan dari luar negeri.


“Badan Karantina sudah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda. Awalnya kita mendatangkan kopi yang akan dikembangkan di Indonesia dari luar negeri melalui karantina terlebih dahulu. Begitu juga ketika pada zaman VOC mendatangkan kuda dari luar negeri, juga melalui proses karantina,” ujar Donni.


Menurutnya, proses tersebut dilakukan untuk memastikan komoditas maupun hewan yang masuk ke Indonesia tidak membawa penyakit dari negara asal sehingga dapat dikembangkan dengan baik di Indonesia.


“Biar kopi dan kuda yang didatangkan dari luar negeri yang akan dikembangkan di Indonesia tidak membawa penyakit dari negara asalnya hingga berkembang dengan baik. Begitu seterusnya hingga sekarang,” katanya.


Donni juga menjelaskan bahwa saat ini fungsi karantina telah berkembang semakin luas. Penggabungan fungsi karantina hewan, tumbuhan, dan perikanan telah memperkuat peran Badan Karantina Indonesia dalam menjaga keamanan sumber daya hayati nasional.


“Penggabungan fungsi Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan dan Karantina Perikanan, sudah tiga tahun ini bernama Badan Karantina Indonesia. Fungsinya sangat luas, meliputi biosecurity nasional dan berfungsi sebagai alat pertahanan negara yang nonmiliter,” ungkapnya.


Ia menambahkan, dalam sistem perlindungan suatu negara, karantina memiliki posisi strategis bersama institusi lain yang berada di pintu masuk dan keluar negara.

 


“Di seluruh dunia ada yang namanya customs, bea cukai, karantina dan imigrasi,” jelas Donni.


Lebih lanjut, Donni berharap kolaborasi antara Badan Karantina Indonesia dengan SMKN 6 Bandar Lampung tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.


Menurutnya, kerja sama tersebut harus dapat dikembangkan menjadi peluang nyata bagi siswa dan lulusan SMKN 6 Bandar Lampung, khususnya dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri maupun produksi yang berkaitan dengan bidang karantina.


“Harapannya kolaborasi Badan Karantina Indonesia bekerja sama dengan SMKN 6 bukan hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi peluang kerja sehubungan dengan kegiatan industri ataupun produksi yang membutuhkan tenaga kerja,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum pendidikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan dapat terserap di dunia industri.


Hal tersebut mendapat dukungan dari pihak SMKN 6 Bandar Lampung yang terus mendorong penguatan pendidikan vokasi agar peserta didik memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan industri.


Peringatan HUT Badan Karantina Indonesia ke-149 melalui program “Quarantine Goes to School” pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah, sekolah dan dunia industri dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten serta mampu mendukung terwujudnya Indonesia Emas.(Ratih)