Irfan Setiawan Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Gunung Mas -->

Irfan Setiawan Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Gunung Mas

wartapalapa
Selasa, 20 Oktober 2026

  


Warta-palapa.com, Bandar Lampung 

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Fraksi PDI Perjuangan, Irfan Setiawan, menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Gunung Mas, Kecamatan Telukbetung Selatan, Selasa (20/10/2026).


Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perkembangan zaman.


Kegiatan dimoderatori Pramudya, SE, dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Palgunadi, S.TP., Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung, dan Suheli, SH, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung.


Turut hadir Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung Sri Ningsih, SH, serta Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung Melinda, S.Sos., MM.


Dalam sambutannya, Irfan Setiawan mengawali kegiatan dengan salam Pancasila. Ia menegaskan bahwa pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap dasar negara dan nilai-nilai kebangsaan.


Menurut Irfan, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami Pancasila secara lebih mendalam melalui penjelasan para narasumber.


“Melalui kegiatan PIP-WK ini, kita mendapatkan penjelasan mengenai Pancasila dan wawasan kebangsaan dari para narasumber. Karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat menyimak dan memperhatikan materi yang disampaikan agar bisa dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.



Sementara itu, Sri Ningsih, SH, dalam sambutannya mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial di era modernisasi dan perkembangan teknologi informasi.


Ia menekankan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain. Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan persoalan apabila diterima dan disebarkan tanpa kehati-hatian.


“Masyarakat harus bijak dalam menggunakan media sosial. Berita yang kita terima belum tentu benar, sehingga perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dibagikan. Jangan sampai penggunaan media sosial yang tidak bijak justru membawa musibah bagi diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.

 

Sri Ningsih menutup sambutannya dengan seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

 

Pada kesempatan yang sama, Suheli, SH, juga mengawali penyampaiannya dengan salam Pancasila, kemudian mengajak seluruh peserta membacakan sila-sila Pancasila secara bersama-sama. Kegiatan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Memasuki sesi materi, Palgunadi menyampaikan sejarah lahirnya Pancasila secara interaktif. Ia melibatkan peserta melalui sesi tanya jawab mengenai tokoh-tokoh yang berperan dalam perumusan Pancasila, waktu kelahirannya, proses perubahan rumusan, serta berbagai peristiwa penting yang berkaitan dengan sejarah dasar negara Indonesia.


Melalui metode tersebut, peserta didorong untuk tidak hanya mengenal Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga memahami proses sejarah yang melatarbelakangi terbentuknya ideologi bangsa Indonesia.


Kegiatan PIP-WK ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan, serta meningkatkan sikap kritis dan bijak dalam menghadapi berbagai informasi di era digital. (Marli)