Warta-palapa.com, Lampung Selatan
Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si., memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Krakatau 2026 di Mapolda Lampung, Senin (26/10/2026) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran TNI-Polri dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lampung.
Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, melibatkan 707 personel Polda Lampung beserta jajaran. Operasi ini bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Dalam sambutannya, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sumarto menyampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana, dan prasarana, sekaligus wujud komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi periode Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 3.255 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Lampung. Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia mencapai 464 orang, luka berat 1.844 orang, dan luka ringan 2.698 orang.
Sementara itu, tercatat 2.733 pelanggaran lalu lintas yang didominasi kendaraan roda dua.
Hasil evaluasi juga menunjukkan wilayah hukum Polresta Bandar Lampung menjadi lokasi dengan jumlah kecelakaan tertinggi. Adapun waktu yang paling rawan terjadinya kecelakaan berada pada pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Dari sisi usia, kecelakaan paling banyak melibatkan kelompok remaja berusia 15 hingga 19 tahun.
"Data ini menjadi peringatan bagi kita bahwa ketertiban berlalu lintas bukan sekadar persoalan kepatuhan terhadap aturan, melainkan menyangkut keselamatan dan nyawa manusia,” ujar Sumarto.
Ia menekankan kepada seluruh jajaran agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kehadiran personel di titik-titik rawan kecelakaan berdasarkan pemetaan kerawanan wilayah dan waktu.
Selain itu, sosialisasi keselamatan berkendara melalui program Polisi Peduli Pendidikan perlu ditingkatkan, khususnya di tingkat sekolah menengah atas (SMA), mengingat tingginya angka kecelakaan yang melibatkan kelompok usia remaja.
Kedepankan Edukasi dan Pendekatan Humanis
Sumarto menjelaskan, Operasi Patuh Krakatau 2026 merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kapolri, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi, sosialisasi, serta pendekatan humanis. Upaya tersebut didukung penegakan hukum secara terukur melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), teguran, dan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Wakapolda juga memberikan empat penekanan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi.
Pertama, meniatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab.
Kedua, memahami sasaran dan cara bertindak dalam operasi dengan mengedepankan edukasi serta pencegahan. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, humanis, dan berkeadilan, serta menghindari penyalahgunaan wewenang maupun tindakan yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat.
Ketiga, meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan melalui penerapan sistem saling mengingatkan dan saling melindungi. Personel juga diminta memublikasikan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keempat, membangun sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, dan seluruh elemen masyarakat. Masyarakat juga diajak menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas karena keberhasilan operasi membutuhkan partisipasi serta kesadaran bersama.
Keberhasilan Diukur dari Penurunan Angka Kecelakaan
Lebih lanjut, Sumarto menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Patuh Krakatau 2026 tidak diukur dari banyaknya penindakan yang dilakukan, melainkan dari penurunan angka pelanggaran dan kecelakaan serta meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas secara aman.
“Keberhasilan operasi tidak diukur dari banyaknya penindakan, tetapi dari menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan serta meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas yang aman,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh personel dan masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan sinergi dalam mewujudkan lalu lintas yang tertib dan aman di Provinsi Lampung.
Dengan pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara semakin meningkat sehingga dapat menekan risiko kecelakaan dan menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar. (Marli)



