Warta-palapa.com, Bandar Lampung
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Wiyadi, S.P., M.M., mengajak masyarakat untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila sekaligus meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi tekanan ekonomi dan berbagai persoalan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wiyadi saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di kawasan Lengkung Langit, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) pagi.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta membangun kesadaran akan pentingnya persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Suheli, S.H., Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, dan Melinda, pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung.
Dalam pemaparannya, Wiyadi menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilainya semakin sulit. Menurutnya, tekanan ekonomi dapat memunculkan berbagai persoalan yang perlu diantisipasi dengan sikap bijak dan penuh kehati-hatian.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi gangguan keamanan, penipuan dengan modus hipnotis, serta bahaya judi online yang dapat memperburuk kondisi ekonomi keluarga.
“Dalam kondisi ekonomi yang semakin sulit, kita harus prihatin, bersabar, dan berhemat. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan, termasuk saat memarkir kendaraan dan ketika menghadapi berbagai modus penipuan,” pesan Wiyadi.
Ia berharap masyarakat mampu menerapkan pola hidup sederhana, mengelola keuangan dengan baik, serta tidak mudah tergiur dengan tawaran yang menjanjikan keuntungan secara instan.
Sementara itu, Suheli, S.H., menjelaskan pentingnya mengamalkan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai persatuan dan semangat kebangsaan dapat terlihat melalui dukungan masyarakat terhadap perjuangan tim nasional Indonesia dalam berbagai ajang olahraga.
Ia mencontohkan besarnya dukungan masyarakat terhadap tim Garuda Indonesia ketika berlaga di pertandingan sepak bola tingkat Asia Tenggara. Dukungan tersebut, menurutnya, mencerminkan rasa cinta Tanah Air dan semangat kebersamaan tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
“Semangat persatuan harus terus kita jaga. Ketika tim nasional Indonesia berjuang, masyarakat memberikan dukungan bersama. Hal seperti ini menjadi salah satu contoh bagaimana rasa nasionalisme dan persatuan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Melinda memaparkan materi mengenai empat pilar kebangsaan, sekaligus menjelaskan makna lambang setiap sila dalam Pancasila dan contoh penerapannya di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap Pancasila tidak cukup hanya dengan menghafal bunyi setiap sila, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti gotong royong, kepedulian sosial, menghormati perbedaan, serta membangun sikap adil dan bertanggung jawab.
Melinda juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu contoh program yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Program tersebut dapat menjadi bahan pembahasan untuk memahami nilai kepedulian sosial dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penguatan wawasan kebangsaan juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. (Marli)



